Trump Kirim Rancangan Perjanjian Nuklir ke Kongres, Saudi Diminta Normalisasi dengan Israel

Presiden AS Donald Trump mengirimkan rancangan perjanjian nuklir dengan Arab Saudi ke Kongres. Namun kesepakatan itu hanya akan berlanjut jika Riyadh bergabung dengan Abraham Accords atau menormalisasi hubungan dengan Israel. Kongres punya waktu 90 hari untuk mempertimbangkan pakta yang dikritik karena tidak melarang Saudi memperkaya uranium.

Sep 28, 2026 - 17:44
Sep 28, 2026 - 17:44
 0
Trump Kirim Rancangan Perjanjian Nuklir ke Kongres, Saudi Diminta Normalisasi dengan Israel
Trump Kirim Rancangan Perjanjian Nuklir ke Kongres, Saudi Diminta Normalisasi dengan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan memanfaatkan kesepakatan nuklir untuk menekan Arab Saudi agar segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Langkah itu terungkap setelah seorang pejabat pemerintahan AS yang tidak ingin diidentifikasi memberi keterangan kepada Reuters bahwa Trump telah mengirimkan rancangan perjanjian nuklir dengan Saudi ke Kongres AS.

Meski demikian, Trump memberikan sinyal jelas bahwa kesepakatan tersebut tidak akan berjalan tanpa syarat. Menurut pejabat tersebut, posisi presiden tidak berubah, yakni kesepakatan hanya akan berjalan jika Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords.

Sebelumnya, AS dan Saudi telah membuat kesepakatan bersejarah pada 23 Juli lalu untuk membangun program nuklir sipil. Trump menegaskan kesepakatan itu hanya berdasar pada penggunaan non-militer dan sepenuhnya bergantung pada keikutsertaan Arab Saudi dalam Abraham Accords.

Abraham Accords merupakan perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dengan negara Arab-Muslim yang diinisiasi Trump pada masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS. Sejumlah negara seperti Bahrain, UEA, Maroko, dan Sudan telah menandatangani perjanjian tersebut.

Hingga kini belum jelas bagaimana Trump akan memajukan tujuannya menggunakan kesepakatan nuklir yang telah dikirim ke Kongres. Kongres memiliki waktu 90 hari untuk mempertimbangkan kesepakatan ini. Jika Kongres menolak perjanjian tersebut, Trump dapat memveto keputusan itu dan butuh dua pertiga suara di Kongres untuk melawannya. Sedangkan jika tidak ada keberatan dari Kongres dalam waktu 90 hari sidang, kesepakatan ini akan berlaku.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat dan pendukung nonproliferasi mengkritik pakta nuklir AS-Saudi karena tidak melarang Saudi untuk memperkaya uranium atau mengolah kembali limbah nuklir. Kedua hal itu disebut sebagai jalur potensial untuk membuat senjata nuklir.

Israel dan Saudi sebelumnya sudah nyaris menormalisasi hubungan semasa pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Namun, prospek itu buyar setelah Israel meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina. Saudi bersikeras pengakuan terhadap Israel hanya dilakukan jika Palestina merdeka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0