Dewan Perdamaian Desak Hamas Hentikan Layang-layang ke Israel, PBB Sebut Ancaman Netanyahu Keterlaluan

Dewan Perdamaian Gaza mendesak Hamas menghentikan penerbangan layang-layang ke Israel dan meminta Israel mematuhi gencatan senjata. Desakan ini muncul setelah Netanyahu mengancam menyerang Gaza lagi. Hamas menilai layang-layang itu milik anak-anak Palestina, sementara PBB menyebut ancaman Netanyahu keterlaluan.

Sep 28, 2026 - 17:44
Sep 28, 2026 - 17:44
 0
Dewan Perdamaian Desak Hamas Hentikan Layang-layang ke Israel, PBB Sebut Ancaman Netanyahu Keterlaluan
Dewan Perdamaian Desak Hamas Hentikan Layang-layang ke Israel, PBB Sebut Ancaman Netanyahu Keterlaluan

Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) meminta kelompok milisi Hamas Palestina menghentikan penerbangan layang-layang ke wilayah Israel. Dalam pernyataan pada Selasa (25/8), BoP menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas militan di Gaza, termasuk penerbangan layang-layang, harus dihentikan. Pesan itu, menurut BoP, telah disampaikan secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Dalam pernyataan yang sama, BoP juga mendesak Israel untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata. BoP meminta Israel tidak bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang bukan merupakan ancaman nyata. Menurut BoP, tindakan militer tidak boleh melampaui batas respons terhadap ancaman yang benar-benar nyata dan mendesak.

Desakan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (23/8) mengancam akan menyerang Gaza kembali jika Hamas terus menerbangkan layang-layang, drone, maupun balon. Ancaman itu disampaikan setelah sejumlah layang-layang ditemukan di selatan Israel, di perbatasan kedua wilayah.

Penemuan layang-layang itu membangkitkan trauma warga Israel terhadap layang-layang dan balon yang membawa alat pembakar dan pernah mendarat di Israel selatan pada masa lalu. Meski demikian, layang-layang kali ini dikonfirmasi tidak membawa bahan peledak. Menurut laporan media Israel, hanya satu layang-layang yang ditemukan memuat pesan politik.

Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, merespons pernyataan BoP dengan penuh amarah. Ia menegaskan bahwa layang-layang tersebut murni milik anak-anak Palestina. "Sungguh lancang! Apakah masuk akal jika upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu membuat mereka melabeli aktivitas anak-anak yang tidak bersalah sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan menghancurkan setiap hari meskipun ada kesepakatan?" ujar Naim.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa juga menilai ancaman Netanyahu perihal layang-layang di Gaza keterlaluan, karena layang-layang itu milik anak-anak Palestina. "Mengenai ancaman pengusiran akibat anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa ini keterlaluan," kata juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani.

Pada Senin (24/8), otoritas Gaza melaporkan setidaknya lima orang, termasuk dua anak-anak, tewas akibat tembakan yang dilancarkan Tel Aviv. Dewan Perdamaian sendiri dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza yang dideklarasikan Oktober lalu. Sejak gencatan senjata berlaku, Israel terus dilaporkan melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan yang menewaskan 1.288 warga Palestina.

Belakangan, Netanyahu menyuarakan keraguan atas janji-janji Hamas untuk melucuti senjata. Ia memohon kepada utusan khusus sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, agar jenderal AS ditugaskan memverifikasi pemusnahan seluruh persenjataan Hamas. Menanggapi hal itu, BoP meyakinkan Netanyahu bahwa pasukan Israel tidak perlu meninggalkan Gaza sampai Hamas benar-benar melucuti semua senjatanya. Pernyataan ini berbeda dengan sikap BoP sebelumnya yang mendesak Israel memulai penarikan pasukan secara bertahap dari Gaza.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0