Tak Lagi Bergantung Singapura, Indonesia Mulai Jajaki Pasokan Pertalite dari China dan India
Indonesia mulai menjajaki impor Pertalite dari China dan India untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara pemasok, termasuk Singapura. Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman membenarkan rencana PT Pertamina Patra Niaga tersebut, namun implementasinya masih menunggu penyempurnaan peraturan menteri sebagai aturan pelaksana setelah terbitnya perpres.
Pemerintah Indonesia tengah memperluas sumber pasokan bahan bakar minyak jenis Pertalite dengan menjajaki impor dari China dan India. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok, yang selama ini antara lain berasal dari Singapura.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman membenarkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga akan mengimpor Pertalite dari China dan India sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pasokan. Menurutnya, diversifikasi ini penting agar pengadaan BBM tidak bertumpu pada satu negara saja.
"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," kata Laode, Senin (2/11), melansir Antara.
Laode menyatakan pemerintah telah menjalin komunikasi dengan calon negara pemasok tersebut. Meski begitu, pelaksanaan kebijakan diversifikasi impor masih memerlukan sejumlah tahapan sebelum dapat diterapkan sepenuhnya.
Saat ini, Kementerian ESDM masih menyempurnakan peraturan menteri (permen) sebagai aturan pelaksana setelah terbitnya peraturan presiden (perpres). Aturan tersebut akan merinci mekanisme, tahapan, hingga tata kelola impor yang dilakukan Pertamina Patra Niaga.
"Sedang kita sempurnakan permennya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," ujarnya.
Selama aturan pelaksana belum rampung, kegiatan impor BBM yang berjalan saat ini tetap dilakukan menggunakan mekanisme yang berlaku. Pemerintah masih menyiapkan tahapan implementasi agar diversifikasi sumber pasokan dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelas Laode.
Diversifikasi impor Pertalite dari China dan India diharapkan membuat sumber pengadaan BBM Indonesia lebih beragam. Dengan demikian, pasokan tidak terlalu bergantung pada satu negara sehingga keandalan distribusi bahan bakar untuk masyarakat dapat terjaga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)