Disney Siap Pangkas Ribuan Karyawan, Efisiensi 20 Persen Jadi Pemicunya

Walt Disney Co. berencana memangkas ribuan karyawan sebagai bagian dari efisiensi dengan target penghematan biaya operasional tahunan hingga 20 persen. Pimpinan divisi diminta menekan pengeluaran, termasuk lewat pengurangan tenaga kerja. Dampaknya diperkirakan menyentuh taman hiburan, saluran televisi, hingga studio film, sementara CEO Josh D'Amaro ingin sebagian dana penghematan diinvestasikan kembali.

Nov 04, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Disney Siap Pangkas Ribuan Karyawan, Efisiensi 20 Persen Jadi Pemicunya
Disney Siap Pangkas Ribuan Karyawan, Efisiensi 20 Persen Jadi Pemicunya

Walt Disney Co. tengah menyiapkan langkah besar untuk menekan biaya operasional. Rencana itu mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan.

Manajemen Disney meminta sejumlah pimpinan divisi menargetkan penghematan biaya operasional tahunan hingga 20 persen. Mengutip Bloomberg, Rabu (4/11), target tersebut dapat dicapai melalui pengurangan karyawan maupun pemangkasan berbagai pengeluaran perusahaan.

Sejumlah lini bisnis diperkirakan terdampak lebih besar dibandingkan unit lainnya. Operasi yang berpotensi terkena dampak mencakup taman hiburan, saluran televisi, hingga studio film.

Chief Executive Officer (CEO) Disney Josh D'Amaro berencana menginvestasikan kembali sebagian dana dari hasil penghematan tersebut. Dana itu akan diarahkan untuk pengembangan program film dan televisi, teknologi, serta taman hiburan dan kapal pesiar.

Langkah efisiensi ini dilakukan saat perusahaan menargetkan pertumbuhan laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share) dua digit pada tahun fiskal berjalan. Disney juga telah memangkas biaya miliaran dolar AS dan menghapus ribuan posisi pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir.

Pengurangan karyawan tersebut berdampak pada berbagai divisi, termasuk ABC, Pixar, ESPN, the film studio, hingga unit bisnis pengalaman dan hiburan. Pada akhir tahun fiskal terakhir, Disney tercatat memiliki 231 ribu karyawan di seluruh dunia.

Sebelumnya, The Wall Street Journal pada 1 Oktober melaporkan Disney berencana melakukan restrukturisasi pada divisi televisi serta memangkas karyawan di unit hukum dan urusan global perusahaan.

Gelombang PHK juga terjadi di sejumlah perusahaan hiburan lain, seperti Netflix Inc., Sony Pictures Entertainment, serta Paramount dan Warner Bros milik Skydance. Langkah itu berlangsung saat perusahaan mengalami penurunan pendapatan dari televisi tradisional dan melambatnya pertumbuhan pelanggan layanan streaming.

Perusahaan hiburan juga menghadapi persaingan dari media sosial, video daring, serta layanan streaming yang didukung perusahaan teknologi besar seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc. Dalam konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles pada 1 Oktober lalu, Presiden Disney Dana Walden mengatakan perusahaan perlu terus mengevaluasi struktur dan organisasinya. Ia juga mengakui keputusan PHK merupakan hal yang sangat menyakitkan bagi perusahaan.

"Teknologi kini mulai menyasar bisnis kami. Karena itu, kami harus mampu bertahan, berkembang, dan terus tumbuh. Itulah yang akan kami lakukan," ujar Walden.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User