Singapura Minta Warganya Tenang Usai Indonesia Pangkas Pasokan Gas, Ini Alasannya
Menteri Energi Singapura Tan See Leng meminta masyarakat tetap tenang setelah Indonesia memangkas ekspor gas alam. Pengurangan kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian Singapura itu dinilai tak banyak memengaruhi harga listrik dalam jangka pendek. Singapura menyiapkan diversifikasi sumber gas, cadangan LNG, hingga cadangan diesel untuk menjaga keandalan pasokan energi.
Menteri Energi Singapura Tan See Leng menyerukan agar masyarakat tidak panik menyusul keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam ke negara tersebut. Menurut dia, kebijakan itu diperkirakan tidak akan memberi dampak besar terhadap harga listrik Singapura dalam jangka pendek.
Tan menjelaskan, pengurangan pasokan gas dari Indonesia mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura. Dengan demikian, pasokan energi negara itu dinilai masih cukup untuk memenuhi permintaan. "Untuk jangka pendek, harga tidak akan terlalu terpengaruh. Jika ada faktor yang perlu diperhatikan, itu adalah harga global karena harga satuan sebagian besar gas kita terkait dengan pergerakan sejumlah indeks utama dunia," kata Tan setelah konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP) pada Minggu (25/10), seperti dikutip Channel NewsAsia (CNA).
Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam ke Singapura pada Sabtu (24/10) untuk mengalihkan lebih banyak pasokan bagi kebutuhan listrik domestik. Juru bicara Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyebut pengurangan pasokan mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari, atau setara dengan 17 British thermal units (BTU) per hari selama periode 18 hari.
Menghadapi kondisi tersebut, Tan menegaskan Singapura memiliki sejumlah lapisan perlindungan untuk menjaga keandalan pasokan energi. Langkah itu mencakup diversifikasi sumber gas alam, pemeliharaan fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) sebagai cadangan, serta kesiapan Singapore GasCo untuk mengimpor lebih banyak LNG jika diperlukan.
Selain itu, perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan mempertahankan cadangan bahan bakar diesel yang cukup. Cadangan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan gas dalam skala lebih besar.
Tan menekankan bahwa energi merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan ekonomi dan negara sehingga sumber pasokan perlu terus didiversifikasi. "Kita selalu memandang energi sebagai bagian yang sangat penting bagi perekonomian, keberlanjutan, dan kelangsungan hidup negara. Energi merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua," ujarnya.
Ia juga meminta warga Singapura tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Menurut Tan, Singapura pernah menghadapi pengurangan pasokan serupa tanpa mengalami gangguan berarti. "Saya ingin mengimbau seluruh warga Singapura untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Kita pernah menghadapi pengurangan pasokan seperti ini sebelumnya tanpa insiden, dan pemerintah akan terus memastikan keandalan serta ketahanan pasokan energi Singapura," kata dia.
Di luar gas alam, Singapura juga menjajaki sejumlah sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listriknya, seperti biometana, panas bumi, dan energi surya. Pemerintah Singapura turut mengkaji kemungkinan penggunaan energi nuklir, meski Tan menyebut belum ada keputusan yang diambil terkait opsi tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)