BMKG Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar di Indonesia, 15 Pesawat Dikerahkan

BMKG menyebut operasi modifikasi cuaca tahun ini sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatra, dengan kombinasi dry ice dan garam untuk memicu hujan. BMKG menargetkan pekan ini menjadi periode basah, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan yang masih memiliki tingkat kebakaran tinggi.

Oct 26, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
BMKG Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar di Indonesia, 15 Pesawat Dikerahkan
BMKG Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar di Indonesia, 15 Pesawat Dikerahkan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar tahun ini termasuk yang paling masif dalam sejarah penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Operasi tersebut difokuskan untuk membasahi wilayah Kalimantan dan Sumatra yang masih dilanda kebakaran.

Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal itu di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/10). Menurutnya, skala operasi tahun ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. "Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara masif. Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BMKG mengerahkan sembilan pesawat yang beroperasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, enam pesawat diterjunkan di Sumatera Selatan. Armada yang digunakan mencakup pesawat Hercules CN-295 serta sejumlah pesawat lain milik TNI.

Faisal menjelaskan, teknologi yang dipakai dalam OMC kali ini menggabungkan dry ice dengan natrium klorida atau garam. Kombinasi tersebut diharapkan mampu merangsang pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang masih rawan kebakaran. "Ada sembilan pesawat yang aktif di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, kemudian enam pesawat di Sumatera Selatan. Harapannya, minggu ini adalah periode basah, jadi ada potensi hujan di minggu ini," kata Faisal.

BMKG menyoroti dua provinsi dengan tingkat kebakaran masih cukup tinggi, yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Faisal menegaskan pihaknya berkomitmen memadamkan kebakaran secara maksimal di kedua wilayah tersebut. "Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah," jelasnya.

Berdasarkan perkiraan BMKG, potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah cukup tinggi mulai Senin (26/10) hingga lima hari ke depan. Adapun di Sumatera Selatan, potensi serupa diperkirakan meningkat mulai Selasa (27/10) hingga lima hari berikutnya.

Operasi ini melibatkan BMKG bersama Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI, sesuai arahan Presiden Prabowo serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiyono. BMKG juga mendapat tugas dari Panglima TNI, KASAD, dan Kepala BNPB untuk memetakan wilayah berpotensi terbakar hingga tingkat kecamatan dalam sepekan ke depan.

Faisal menyebut data per minggu hingga akhir November sudah disiapkan, lengkap dengan klasifikasi risiko sangat tinggi hingga tinggi. Namun, ia tidak membeberkan luas lahan yang terbakar dan menyerahkan informasi tersebut kepada BNPB agar penyampaiannya satu pintu. Menurutnya, tim teknis masih mendudukkan perbedaan data untuk memastikan luasan lahan yang terbakar secara terperinci.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User