Netanyahu Klaim Ada Sinyal Intelijen Iran Ganggu Pemilu Israel, Peringatkan Serangan Balasan Lebih Keras

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran dan proksinya berpotensi mengganggu pemilu Israel yang digelar Selasa (27/10). Ia mengaku memiliki tanda-tanda intelijen dan memperingatkan Iran agar tidak menguji Israel. Netanyahu juga menyinggung bahaya eksistensial jika Iran memiliki senjata nuklir, di tengah popularitasnya dan Partai Likud yang menurun jelang pemilihan.

Oct 26, 2026 - 04:02
Updated: 10 hours ago
0
Netanyahu Klaim Ada Sinyal Intelijen Iran Ganggu Pemilu Israel, Peringatkan Serangan Balasan Lebih Keras
Netanyahu Klaim Ada Sinyal Intelijen Iran Ganggu Pemilu Israel, Peringatkan Serangan Balasan Lebih Keras

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan tuduhan bahwa Iran bersama sekutu proksinya berpotensi mencoba mengganggu jalannya pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10). Tuduhan itu disampaikan Netanyahu melalui pernyataan resmi berbentuk video pada Minggu, dengan mengutip informasi intelijen sebagai dasar.

"Kami punya tanda-tanda intelijen bahwa musuh kami, Iran dan proksinya, bisa menantang kami dengan serangan, dengan tujuan mengganggu pemilu," ujar Netanyahu, seperti dikutip AFP.

Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu memberikan peringatan tegas kepada Iran. "Jangan uji kami. Anda akan menerima pukulan yang lebih keras," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa militer Israel berada dalam kesiapan untuk menjalankan operasi pertahanan sekaligus melancarkan serangan. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Israel tidak akan tinggal diam menghadapi potensi gangguan menjelang hari pencoblosan.

Pada hari yang sama sebelum pernyataan dirilis, Netanyahu mengunggah gambar buatan kecerdasan artifisial yang menampilkan semacam ledakan bom nuklir. Ia kemudian mengulang peringatannya soal keamanan Israel apabila program nuklir Iran tidak dihentikan.

"Negara Israel berada dalam bahaya eksistensial yang nyata dan konkret. Jika Iran berhasil mendapat senjata nuklir, tak ada yang akan berubah lagi," ucap Netanyahu.

Sepanjang kampanye pemilu kali ini, Netanyahu terus mengangkat isu keamanan Israel dan tindakan-tindakan yang ia klaim sebagai upaya menyelamatkan negara. Namun, sejumlah pihak menilai langkahnya selama tiga tahun terakhir justru menempatkan warga Israel dalam posisi berbahaya, mulai dari agresi ke Jalur Gaza, Palestina, yang memicu rentetan serangan balasan, perang dengan Hizbullah di Lebanon, perang dengan Iran, perang dengan milisi di Suriah dan Irak, hingga perang dengan Houthi.

Menjelang pemilihan, hasil jajak pendapat menunjukkan popularitas Netanyahu dan Partai Likud menurun. Dalam posisi rentan itu, Netanyahu bahkan mendesak partai berhaluan kanan yang tidak mampu melewati ambang batas pemilu agar mengundurkan diri dari kontestasi.

Sistem pemilu Israel mensyaratkan partai meraih minimal 3,25 persen suara untuk bisa menempati kursi parlemen. Menguasai kursi di parlemen menjadi jalan bagi partai atau koalisi untuk memilih perdana menteri. Jika partai tersebut mundur, peluang Partai Likud menguasai Knesset dan Netanyahu kembali menjabat perdana menteri disebut akan semakin terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User