BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun, Hampir 70 Persen Mengalir ke Sektor Produktif
BRI menyalurkan KUR Rp144,59 triliun pada Januari-Agustus 2026 kepada 2,76 juta debitur UMKM. Sebanyak Rp98,86 triliun atau 68,38 persen diarahkan ke sektor produksi, dengan pertanian, perburuan, dan kehutanan sebagai kontributor terbesar 42,79 persen. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan penyaluran tetap mengedepankan ketepatan sasaran dan kualitas pembiayaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp144,59 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pembiayaan tersebut menjangkau 2,76 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah.
Dari total penyaluran itu, sebanyak Rp98,86 triliun atau 68,38 persen disalurkan ke sektor produksi. Angka ini menunjukkan arah BRI yang memprioritaskan pembiayaan bagi aktivitas usaha produktif, bukan sekadar konsumsi.
Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 42,79 persen dari total KUR BRI pada periode tersebut. Besarnya porsi sektor ini menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pembiayaan kepada pelaku usaha pertanian dan sektor produktif lain diharapkan mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat rantai pasok dan ekonomi daerah.
"Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah," ujar Akhmad.
Menurutnya, ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan tetap menjadi prioritas dalam implementasi KUR. Jaringan layanan BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia disebut memperkuat kemampuan perseroan memahami kebutuhan dan karakteristik usaha masyarakat setempat.
"KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas," lanjut Akhmad.
Secara kumulatif, sejak 2015 hingga Agustus 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Capaian itu mencerminkan konsistensi perseroan memperluas inklusi keuangan dan memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
Selain KUR, BRI mendukung program prioritas pemerintah di sektor perumahan. Hingga akhir Agustus 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp11,9 triliun, terdiri atas KPP Demand Rp9,62 triliun dan KPP Supply Rp2,29 triliun. "Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Akhmad.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)