Danantara Siap Ubah Total Operasional PLN, dari Pembangkitan sampai Tarif Listrik
Danantara Indonesia menyiapkan transformasi menyeluruh terhadap operasional PLN, mencakup sektor pembangkitan, distribusi, hingga struktur tarif listrik. Langkah ini menyusul pergantian direktur utama PLN dan sedang dalam tahap penyusunan roadmap. Danantara juga mengklaim telah menutup 364 BUMN kecil dan merugi dalam 18 bulan terakhir.
Danantara Indonesia berencana melakukan transformasi menyeluruh terhadap lini operasional PT PLN (Persero). Langkah ini menyusul pergantian direktur utama PLN beberapa waktu lalu yang diikuti dengan evaluasi ulang terhadap bisnis perusahaan.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan bahwa evaluasi akan menyentuh semua aspek kelistrikan, mulai dari sektor hulu di pembangkitan hingga hilir yang mencakup distribusi serta struktur tarif listrik. "Kita akan me-transform PLN. Transformasi yang kita lakukan mengenai pembangkitan, distribusi, dan juga mengenai tarif," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).
Menurut Dony, PLN saat ini tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk transformasi tersebut. "Jadi satu-satu perusahaan BUMN masuk dalam proses transformasi. Mereka (PLN) lagi menyiapkan roadmap-nya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dony mengklaim perombakan BUMN yang dilakukan Danantara merupakan restrukturisasi perusahaan terbesar di dunia. Dari total 1.074 BUMN, Danantara telah menutup 364 perusahaan berskala kecil dan merugi dalam kurun waktu 18 bulan.
Dony menargetkan hingga akhir tahun ini pihaknya akan menutup atau melikuidasi 750 perusahaan, termasuk 50 perusahaan di bawah naungan Telkom dan 124 anak usaha Pertamina. Selain penutupan, Danantara juga melakukan divestasi terhadap 208 perusahaan non-inti, seperti anak usaha kontraktor BUMN Karya yang memiliki aset melenceng seperti hotel dan jaringan serat optik.
Restrukturisasi keuangan fundamental juga diterapkan pada 15 perusahaan bermasalah, termasuk Krakatau Steel, Kimia Farma, Garuda Indonesia, serta PT Adhi Karya dan PT PP. Di sektor konsolidasi yang melibatkan sekitar 200 entitas, Danantara telah melebur tujuh perusahaan logistik (freight-forwarding) di bawah Pelindo.
Selain itu, penyatuan 60 rumah sakit ke dalam Indonesia Healthcare Corporation (IHC) serta 72 aset hotel milik BUMN berhasil dikonsolidasikan di bawah naungan Injourney Hospitality (HIN).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)