Zigo Rolanda Cek Sabo Dam Rp249 Miliar di Tanah Datar, Pekerjaan Dikebut Sebelum Puncak Hujan
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau pembangunan sabo dam di Batang Malana, Tanah Datar, proyek senilai Rp249 miliar yang ditargetkan rampung 2027. Progres di sejumlah titik bervariasi 35 hingga 90 persen. Ia meminta pekerjaan dipercepat menghadapi musim hujan, namun kualitas konstruksi dan keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas.
Pembangunan sabo dam pengendali sedimen dan material lahar Gunung Marapi di Batang Malana, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terus menjadi sorotan. Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi proyek dalam rangka reses perseorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026-2027, Jumat (23/10), untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.
Dalam peninjauan itu, Zigo menegaskan bahwa percepatan pembangunan penting agar infrastruktur mitigasi bencana tersebut segera memberi manfaat bagi masyarakat. Namun ia mengingatkan agar kecepatan pengerjaan tidak mengorbankan mutu konstruksi maupun keselamatan pekerja di lapangan.
Menurut Zigo, upaya mendorong realisasi proyek telah ia mulai sejak akhir 2024 melalui komunikasi dengan jajaran pemerintah terkait. Koordinasi dengan kementerian dan direktorat jenderal dilakukan agar pembangunan infrastruktur di kawasan rawan bencana itu dapat segera terwujud.
Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp249 miliar tersebut mulai memasuki tahap pelaksanaan pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027. Rencana awal mencakup enam titik pembangunan, namun berkembang menjadi sepuluh titik, dengan tiga titik berada di kawasan Batang Malana, Tanah Datar, dan sisanya tersebar di Kabupaten Agam.
Dari hasil peninjauan, progres pekerjaan di sejumlah titik bervariasi, mulai sekitar 35 persen hingga lebih dari 80 persen. Bahkan salah satu titik dilaporkan telah mencapai kurang lebih 90 persen.
Meski pekerjaan terus berjalan, Zigo meminta pelaksana proyek memperhatikan faktor cuaca. Memasuki penghujung tahun, intensitas hujan dan potensi peningkatan debit air perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Selain mengevaluasi progres fisik, Zigo menyerap masukan masyarakat setempat, salah satunya terkait penggunaan material konstruksi agar proyek tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan warga sekitar. Dukungan warga dan pemerintah daerah dinilai penting, sehingga komunikasi antara pelaksana proyek, pemerintah, dan masyarakat harus terus dijaga.
Zigo berharap sejumlah pekerjaan dapat diselesaikan lebih awal bila kondisi teknis dan cuaca memungkinkan. Kendati demikian, ia menekankan seluruh tahapan tetap mengikuti ketentuan teknis dan prosedur keselamatan kerja yang berlaku.
Dari sisi pembiayaan, laporan peninjauan menyebutkan alokasi anggaran sekitar Rp96 miliar pada tahun berjalan dan sekitar Rp115 miliar pada tahun berikutnya. Rincian anggaran tahunan dan total pembiayaan tetap mengacu pada dokumen resmi proyek. Peninjauan itu turut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa, anggota DPRD Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)