Saham PGEO Terkoreksi 14,6 Persen, Bos PGE Buka Suara soal Sentimen MSCI

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani menyatakan sentimen reklasifikasi MSCI turut menekan saham PGEO yang turun 14,6 persen sejak awal tahun. Meski begitu, ia menegaskan fundamental dan rencana pertumbuhan perusahaan tidak terdampak, terbukti dari capaian operasional dan kinerja keuangan hingga kuartal III-2026.

Nov 04, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
Saham PGEO Terkoreksi 14,6 Persen, Bos PGE Buka Suara soal Sentimen MSCI
Saham PGEO Terkoreksi 14,6 Persen, Bos PGE Buka Suara soal Sentimen MSCI

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani mengungkapkan bahwa pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai pasar modal Indonesia ikut memengaruhi pergerakan saham perusahaan. Menurutnya, saham PGE mengalami koreksi sekitar 8,89 persen pada periode akhir tahun hingga 31 Desember, dan pada perdagangan hari ini saham PGEO ditutup di level Rp965 atau turun 14,6 persen sejak awal tahun.

Meski harga saham tertekan, Yani menegaskan kondisi pasar tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap fundamental maupun rencana pertumbuhan bisnis emiten berkode PGEO itu. "Kondisi ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE, tidak berdampak kepada rencana pertumbuhan PGE," ujarnya dalam acara Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 PGEO di Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Ketangguhan fundamental perusahaan tercermin dari capaian operasional yang mencetak rekor baru hingga kuartal ketiga tahun ini. Pembangkitan listrik dari operasi sendiri (own-operation generation) mencapai 4.113 GWh atau memenuhi 78 persen dari target tahun penuh 2026 (FY26).

Kinerja operasional yang andal itu juga terlihat dari capaian capacity factor sebesar 89,9 persen dan availability factor yang menyentuh 98,51 persen. Selain itu, PGE mencatatkan penghindaran emisi (emission avoidance) sebesar 3,48 juta ton setara karbon dioksida (tonCO2eq) dibandingkan dengan emisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Sejalan dengan capaian operasional, kinerja keuangan perseroan per September 2026 juga positif. PGE membukukan total pendapatan sebesar US$352,20 juta, dengan laba bersih mencapai US$126,62 juta dan EBITDA tercatat sebesar US$287,77 juta.

Sebelumnya, pada pertengahan Oktober lalu, MSCI mengumumkan usulan untuk menurunkan kelas (reklasifikasi) pasar modal Indonesia dari status negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Usulan tersebut memicu aksi jual bersih investor asing secara masif.

Sepanjang tahun berjalan hingga 2026, arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp94,87 triliun. Aliran dana keluar itu memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 37,10 persen, dari posisi 8.647 pada 31 Desember 2025 menjadi 5.439 pada 23 Oktober 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User