Ledakan Gas di Duri Kepa Bak Gempa, Warga Cerita Rumahnya Runtuh Saat Tertidur
Ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi, mengakibatkan 10 rumah rusak dan 12 orang terluka. Warga mengaku mendengar ledakan keras seperti gempa sekitar pukul 04.00 WIB. Tiga rumah rusak parah, sementara sejumlah korban masih mengungsi karena rumah belum bisa ditempati.
Ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi, meninggalkan dampak serius. Sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan dan 12 orang dilaporkan terluka akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB tersebut.
Winda (45), warga yang rumahnya terdampak, menuturkan bahwa ia sedang tertidur saat ledakan terjadi. Suara ledakan yang keras membuatnya terbangun dan mengira sedang terjadi gempa. "Masih tidur tadi, terus tiba-tiba ada ledakan yang kayak gempa gitu. Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB lewat," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Akibat ledakan itu, sejumlah bagian rumah Winda rusak. Asbes, pintu kamar mandi, dan jendela kamar runtuh. Meski demikian, ia dan suaminya hanya mengalami luka ringan. Winda mengaku masih syok dan untuk sementara mengungsi di masjid terdekat bersama suaminya karena rumah belum dapat ditempati.
Warga lain, Rohayah (65), juga merasakan getaran keras dari ledakan tersebut. Saat kejadian, kompor gasnya sedang menyala. Ia sempat mengira ledakan berasal dari kompornya sendiri, namun ternyata sumber ledakan berada di rumah sebelah. Rohayah bersama anak dan cucunya langsung berlarian keluar rumah.
Rumah Rohayah tidak mengalami kerusakan parah, hanya jendela triplex yang copot. Ia dan keluarganya tidak mengalami luka. Namun, ia menyebut banyak tetangga yang terluka dan beberapa di antaranya harus dibawa ke rumah sakit. Menurutnya, bantuan dari kelurahan dan RW sudah mulai berdatangan, termasuk makanan.
Lurah Duri Kepa, Arie Lystha, menyampaikan bahwa ledakan mengakibatkan 10 rumah terdampak, dengan tiga di antaranya rusak parah. Dari 12 korban luka, tujuh orang mengalami luka ringan dan lima orang luka berat. Empat korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ditambah satu orang lainnya, sehingga totalnya lima orang dirawat di rumah sakit tersebut.
Arie menambahkan, total ada 29 orang dari 13 kepala keluarga yang terdampak. Dalam sepekan ke depan, kelurahan bersama BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait akan menyalurkan bantuan logistik, seperti makanan, beras, dan minyak. Dinas Sosial juga tengah mengajukan bantuan kompor dan peralatan masak bagi para korban.
Hingga kini, rumah para korban belum bisa ditempati sehingga mereka masih diungsikan. Khusus bagi anak-anak korban, pihak kelurahan berkoordinasi dengan RPTRA dan PMI untuk memberikan pendampingan. Pantauan di lokasi pada pukul 13.30 WIB menunjukkan tiga bangunan rusak parah dengan dinding dan tiang penyangga roboh, sementara garis polisi terpasang di sekitar area kejadian.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)