Pemerintah Mulai Kucurkan 30 Kg Beras untuk 33,2 Juta Keluarga di Tengah Ancaman Paceklik
Pemerintah menyalurkan bantuan pangan 30 kilogram beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat untuk periode Oktober-Desember 2026 guna menghadapi musim paceklik. Menko Pangan Zulkifli Hasan memantau langsung penyaluran di tiga wilayah Sumatera. Selain bantuan beras, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis stabilisasi harga, termasuk tambahan 1 juta ton beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Pemerintah resmi memulai penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima total 30 kilogram beras sebagai upaya meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah potensi musim paceklik.
Secara nasional, pemerintah menyiapkan hampir 1 juta ton beras bagi keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Setiap keluarga memperoleh 10 kilogram beras per bulan, atau total 30 kilogram untuk kebutuhan tiga bulan, dan disalurkan sekaligus.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung memantau percepatan penyaluran bantuan di tiga wilayah Sumatera pada 3-4 November 2026. Pemantauan dilakukan di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang; Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam; serta Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.
"Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga 4 sebagai instrumen perlindungan sosial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga di musim paceklik," ujar Menko Pangan.
Program ini merupakan tindak lanjut Direktif Presiden melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-182/M/SDK/KI.00/09/2026 tertanggal 29 September 2026. Melalui arahan tersebut, Presiden meminta penyaluran bantuan pangan kembali dilaksanakan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Respons positif datang dari sejumlah penerima manfaat. Murni (49), warga Palembang, mengaku bersyukur mendapatkan 30 kilogram beras yang dinilai cukup membantu kebutuhan keluarganya yang menghabiskan sekitar 20 kilogram beras setiap bulan. "Alhamdulillah, dapat bantuan beras 30 kilogram. Bisa untuk kebutuhan bulan ini dan sisanya untuk bulan berikutnya. Terima kasih, bantuan ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Lia (32) yang menilai beras yang diterima memiliki kualitas baik dan layak dikonsumsi. Sementara Marina (40) berharap program bantuan pangan dapat terus dilanjutkan karena dinilai mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok. Apresiasi juga disampaikan seorang ibu penerima bantuan di Batam yang menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan untuk kebutuhan tiga bulan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengantisipasi tekanan harga pangan selama musim paceklik. Langkah pertama adalah menyalurkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp12.500 per kilogram agar masyarakat memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau.
Langkah kedua dilakukan melalui pelelangan sekitar 380 ribu ton beras BULOG berusia lebih dari satu tahun dengan harga Rp11.000 per kilogram. Beras tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan maupun UMKM, seperti tepung, kue, dan bihun, dengan tetap memperhatikan persyaratan mutu dan keamanan pangan. Adapun langkah ketiga adalah melepas stok jagung BULOG sebanyak 150 ribu ton dengan harga Rp5.500 per kilogram untuk membantu peternak mikro, kecil, dan menengah mendapatkan bahan baku pakan lebih terjangkau.
Menko Pangan menegaskan pemerintah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar penyaluran bantuan pangan dan program stabilisasi harga berjalan efektif serta tepat sasaran. Pemerintah juga memastikan akan terus mengantisipasi berbagai risiko yang memengaruhi ketersediaan dan harga pangan, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan agar kebutuhan pangan pokok tetap terpenuhi selama periode paceklik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)