Data Pribadi Makin Rawan Dicuri, Ini 10 Langkah Pengamanan yang Wajib Diketahui

Perkembangan AI memudahkan peretasan dan pencurian data. Data pribadi seperti KTP, nomor telepon, dan rekening rentan disalahgunakan. Ada 10 cara melindungi data, mulai dari mengganti password berkala, menggunakan password berbeda tiap akun, berhati-hati di WiFi publik, hingga tidak membagikan kode OTP.

Nov 05, 2026 - 12:02
Updated: 10 hours ago
0
Data Pribadi Makin Rawan Dicuri, Ini 10 Langkah Pengamanan yang Wajib Diketahui
Data Pribadi Makin Rawan Dicuri, Ini 10 Langkah Pengamanan yang Wajib Diketahui

Risiko keamanan digital kian mengkhawatirkan seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Teknologi ini memang memudahkan banyak hal, tetapi juga dimanfaatkan untuk aktivitas peretasan dan pencurian data. Data pribadi menjadi incaran karena mengandung informasi sensitif seperti nama lengkap, nomor KTP, nomor telepon, nomor rekening, hingga alamat rumah.

Informasi tersebut kerap diminta saat registrasi atau transaksi elektronik. Padahal, data pribadi adalah aset berharga yang rentan disalahgunakan. Pelaku kejahatan dapat memakainya untuk peretasan, doksing, spam, scam, bahkan pencurian. Karena itu, pengguna internet perlu mengambil langkah pengamanan agar akun dan data tidak bocor.

Langkah pertama adalah mengganti password secara berkala, misalnya setiap tiga bulan. Selain itu, buatlah password berbeda untuk setiap akun, seperti e-commerce dan media sosial, agar kebocoran satu akun tidak merembet ke akun lain. Hindari pula kombinasi password umum yang mudah ditebak, seperti 12345 atau tanggal lahir. Disarankan membuat password panjang dengan campuran huruf, angka, dan simbol.

Saat menggunakan WiFi publik, berhati-hatilah karena tingkat keamanannya rendah. Hindari aktivitas berisiko seperti berbelanja daring atau membuka m-banking. Sebagai alternatif transaksi, gunakan dompet digital yang memiliki sistem keamanan berlapis dan kontrol penuh dari ponsel.

Aktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) jika tersedia. Pasang dan perbarui antivirus untuk mengantisipasi serangan malware yang memungkinkan penyusupan peretas. Hindari mengeklik tautan aneh meskipun dikirim oleh orang terpercaya, karena bisa jadi itu phishing yang bertujuan mencuri data.

Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, terutama jika Anda tidak sedang mencoba login. Terakhir, bersikap selektif dalam memberikan data pribadi dengan memeriksa apakah platform yang meminta data tersebut terpercaya atau tidak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User