Airlangga Sebut Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu Cair Desember, Incar 25 Juta Warga Dewasa
Pemerintah memastikan program rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50 ribu akan diluncurkan pada akhir 2026, kemungkinan Desember. Program ini menyasar 25,16 juta warga dewasa berusia di atas 17 tahun dan masih dalam tahap pematangan regulasi serta harmonisasi data. Anggaran setoran awal tahap pertama sekitar Rp1,28 triliun, dengan target meningkatkan inklusi keuangan dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Pemerintah memastikan program pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat akan terealisasi pada akhir tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pembagian rekening tersebut kemungkinan besar berlangsung pada Desember mendatang.
Setiap rekening baru nantinya akan langsung terisi saldo awal sebesar Rp50 ribu. Program ini ditargetkan menjangkau 25,16 juta warga negara yang sudah masuk kategori usia dewasa, yakni 17 tahun ke atas.
"Stimulus di akhir tahun salah satunya adalah pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu, targetnya 25,16 juta penduduk dewasa," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Meski begitu, Airlangga menegaskan pelaksanaan program masih dalam tahap pematangan oleh Kemenko Perekonomian bersama kementerian terkait. Ia memberi sinyal realisasi akan dilakukan dalam dua bulan ke depan.
"Rekening gratis masih dalam pematangan, dalam dua bulan ini akan direalisasikan," katanya.
Saat ini, pemerintah masih melakukan harmonisasi regulasi serta data penerima rekening gratis. "Rekening gratis masih dalam pembahasan terkait dengan harmonisasi data dan regulasi," ujar Airlangga.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan nasional naik dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Pada tahap awal, ada tiga kriteria penerima yang ditetapkan, yaitu masuk kelompok desil 1-4, berusia di atas 17 tahun, serta termasuk dalam kelompok masyarakat yang datanya disiapkan berdasarkan basis data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Data penerima akan disiapkan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50 ribu per rekening dengan anggaran sekitar Rp1,28 triliun untuk tahap tersebut.
Program ini disebut tidak sekadar membuka rekening baru, tetapi juga memperluas penggunaan layanan keuangan untuk penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan produktif masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)