Denera Incar 8 Proyek Listrik Tenaga Sampah, Groundbreaking Mulai Kuartal I 2027

PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menargetkan delapan lokasi baru proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai groundbreaking pada kuartal I 2027. CEO Denera Fadli Rahman menyebut reformasi aturan membuat proyek semakin bankable, dengan skema pendanaan 70 persen pinjaman bank dan 30 persen ekuitas, serta Denera memegang 51 persen saham.

Oct 20, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Denera Incar 8 Proyek Listrik Tenaga Sampah, Groundbreaking Mulai Kuartal I 2027
Denera Incar 8 Proyek Listrik Tenaga Sampah, Groundbreaking Mulai Kuartal I 2027

PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menargetkan delapan lokasi baru proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dapat memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada kuartal I 2027. Target tersebut disampaikan langsung oleh CEO Denera Fadli Rahman dalam media briefing di Kantor Denera, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Menurut Fadli, proyek tahap kedua ini diproyeksikan menyerap nilai pembiayaan hingga 3,6 kali lipat dari total kebutuhan investasi. Derasnya aliran modal dari investor dan bank disebut terdorong oleh reformasi aturan yang membuat proyek PSEL semakin menarik.

Fadli menjelaskan bahwa jaminan kepastian lahan, kejelasan pengembalian modal, serta perbaikan sistem tarif menjadi kunci utama meningkatnya minat pendanaan. "Komitmen yang sudah diberikan ini khususnya untuk batch dua dan selanjutnya. Adanya institutional reform membuat bankability dari proyek-proyek ini menjadi sangat meningkat. Udah ada kepastian berusaha, pengembalian, atau masalah tarif, penyediaan lahan, dan lain-lainnya," ujar Fadli.

Dari sisi skema pendanaan, delapan lokasi PSEL tahap kedua akan menempatkan Denera sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen. Struktur pembiayaannya terdiri dari 70 persen pinjaman perbankan dan 30 persen sisanya dipenuhi melalui porsi ekuitas gabungan antara Denera dan mitra konsorsium.

Saat ini Denera tengah menyelesaikan tahap pengerjaan desain rekayasa dasar sebelum melangkah ke penetapan keputusan investasi final. Surat penunjukan mitra secara resmi atau Letter of Award ditargetkan terbit pada pertengahan Desember mendatang.

Fadli menambahkan, setelah penandatanganan perjanjian pemegang saham dengan mitra, proses selanjutnya bergantung pada progres perizinan. "Setelah kita penandatanganan dari perjanjian pemegang saham dengan mitra kita, itu tergantung dari progres dari perizinan. Karena kan perizinannya kan banyak ya, nah ini yang lagi kita paralel kita kejar juga, mudah-mudahan di kuartal 1 semuanya sudah bisa di-groundbreaking secara bertahap," terangnya.

Dengan demikian, realisasi groundbreaking delapan proyek PSEL baru tersebut akan sangat bergantung pada percepatan perizinan yang tengah dikejar secara paralel oleh perusahaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User