PSSI Kecam Serangan ke Bus EPA Persib, Yunus Nusi: Ini Sudah di Luar Nalar

PSSI menyatakan keprihatinan mendalam atas penyerangan bus tim Elite Pro Academy Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Sekjen PSSI Yunus Nusi mengecam aksi kriminal tersebut, menyebutnya di luar nalar karena menimpa pemain usia muda. PSSI berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangkap dan menghukum berat para pelaku.

Oct 12, 2026 - 12:03
Updated: 2 days ago
0 0
PSSI Kecam Serangan ke Bus EPA Persib, Yunus Nusi: Ini Sudah di Luar Nalar
PSSI Kecam Serangan ke Bus EPA Persib, Yunus Nusi: Ini Sudah di Luar Nalar

PSSI angkat bicara soal aksi penyerangan yang menimpa rombongan tim Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10). Induk organisasi sepak bola nasional itu menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pelaku kekerasan.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengecam keras serangan yang menyasar Elite Pro Academy (EPA) Maung Bandung tersebut. Insiden pada Minggu malam itu mengakibatkan kerusakan bus, dugaan penjarahan koper, hingga kekerasan fisik terhadap personel media Persib.

Menurut Yunus, keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Ia merujuk pada komitmen bersama FIFA bahwa setiap orang yang datang menonton sepak bola harus bisa pulang ke rumah dengan selamat.

"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung," ujar Yunus dalam keterangan resminya.

Yunus menilai penyerangan itu tidak masuk akal karena korbannya adalah bibit-bibit muda. Para pemain usia belia tersebut, katanya, tidak tahu-menahu soal tensi rivalitas ekstrem yang kerap diciptakan oknum suporter.

"Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas. Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepak bola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan," kata Yunus.

PSSI berkomitmen berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden ini. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap para pelaku dan memberikan sanksi pidana yang setimpal.

"Kami sangat menyayangkan. Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya," tegas Yunus.

Ia juga mengingatkan bahwa rivalitas seharusnya hanya berlangsung di lapangan selama pertandingan. Menurutnya, suporter cukup bersyukur saat menang dan menerima kekalahan, tanpa perlu membawa permusuhan ekstrem di luar pertandingan.

"Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepak bola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar?" pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User