Radja Nainggolan Ungkap Suasana Azan Subuh hingga Main PS Dini Hari Selama Tinggal di Jakarta

Radja Nainggolan membagikan cerita uniknya selama berkarier di Indonesia bersama Bhayangkara FC pada 2023-2024. Tinggal di lantai 28 sebuah gedung di Jakarta, ia harus bermain PlayStation dini hari karena perbedaan waktu dengan Belgia, dan sempat terganggu suara azan subuh dari banyak masjid. Meski begitu, ia menikmati kebiasaan warga setempat, termasuk ikut bangun pagi saat Ramadan.

Oct 13, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Radja Nainggolan Ungkap Suasana Azan Subuh hingga Main PS Dini Hari Selama Tinggal di Jakarta
Radja Nainggolan Ungkap Suasana Azan Subuh hingga Main PS Dini Hari Selama Tinggal di Jakarta

Radja Nainggolan membuka cerita tentang pengalaman hidupnya di Jakarta selama memperkuat Bhayangkara FC. Mantan gelandang timnas Belgia itu mengaku perlu beradaptasi dengan banyak perbedaan antara Indonesia dan Eropa. Kisahnya tersebut ia bagikan dalam wawancara yang dikutip dari Nieuwsblad, mengenang masa kariernya di Indonesia pada 2023 hingga 2024.

Salah satu hal yang paling ia ingat adalah soal waktu. Radja menuturkan dirinya tinggal di lantai 28 sebuah gedung di Jakarta. Karena selisih waktu dengan Belgia, ia baru bisa bermain daring dengan teman-temannya lewat PlayStation pada dini hari waktu Indonesia.

"Saya tinggal di lantai 28. Kalau ingin berkomunikasi dengan teman-teman di Belgia melalui PlayStation, di sini sudah pukul 22.00, sedangkan di sana baru pukul 05.00," ujar Radja seperti dikutip dari Nieuwsblad.

Suasana dini hari itu ternyata membawa pengalaman tersendiri. Radja mengaku suara azan subuh dari sejumlah masjid sempat membuatnya sulit tidur. Ia menggambarkan betapa banyak masjid yang mengumandangkan azan secara bersamaan dari berbagai sudut.

"Tiba-tiba saja azan subuh mulai berkumandang. Serius, ada lima puluh masjid yang bersuara bersamaan, satu di setiap sudut. Terkadang hal itu membuat saya sulit tidur," kata Radja.

Meski demikian, pemain berusia 38 tahun itu tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan merasa tidak nyaman. Ia justru mengaku menikmati berbagai kebiasaan masyarakat setempat selama berada di Jakarta. Pengalaman itu membuatnya melihat sisi lain kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Radja juga bercerita tentang momen Ramadan. Ia mengatakan ikut bangun pada pagi hari untuk makan bersama saat bulan puasa berlangsung. Menurutnya, kebiasaan itu terasa menyenangkan dan spesial.

"Tapi selama Ramadan, saya ikut bangun di pagi hari untuk makan. Itu menyenangkan," tutur mantan pemain timnas Belgia tersebut.

Radja bergabung dengan Bhayangkara FC setelah sempat mempertimbangkan pensiun dari sepak bola. Selama membela klub itu, ia mencatatkan 10 penampilan, satu gol, dan tiga assist sebelum kontraknya berakhir pada Juni 2024.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User