Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Pemerintah Susun Tiga Langkah Tekan Impor Bawang Putih

Pemerintah memperkuat upaya mengurangi ketergantungan impor bawang putih melalui peningkatan produksi, penguatan pascapanen, dan koordinasi lintas kementerian. Panen raya di Sembalun, Lombok Timur, NTB, menjadi salah satu langkah konkret. Produksi nasional baru sekitar 39.000-40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 600.000 ton, sehingga 90-95 persen masih bergantung pada impor.

Oct 18, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Pemerintah Susun Tiga Langkah Tekan Impor Bawang Putih
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Pemerintah Susun Tiga Langkah Tekan Impor Bawang Putih

Pemerintah terus menggenjot upaya menekan ketergantungan terhadap bawang putih impor. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui panen raya di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas beberapa waktu lalu.

Panen raya tersebut berlangsung di lahan seluas 105 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1.050 ton. Kegiatan ini melibatkan 9 kelompok tani dan 287 petani setempat.

Menurut Zulhas, upaya mengurangi impor harus diwujudkan melalui langkah konkret. Pemerintah berfokus pada penguatan produksi petani, peningkatan produktivitas, penyediaan gudang, distribusi, hingga kepastian pasar. Semua itu, kata dia, membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

"Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga," ujar Zulhas.

Data menunjukkan produksi bawang putih nasional saat ini baru berkisar 39.000 hingga 40.000 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan dalam negeri mencapai sekitar 600.000 ton. Artinya, sekitar 90 hingga 95 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Untuk itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra produksi, peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pascapanen, serta kepastian pasar bagi para petani. Dari 17 provinsi yang melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak, NTB menjadi salah satu sentra dengan luas 120 hektare dan potensi produksi sekitar 1.200 ton yang diproyeksikan panen pada November 2026.

Menko Pangan menegaskan bahwa Kemenko Pangan akan terus memperkuat koordinasi agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan petani bergerak dalam satu agenda meningkatkan produksi nasional.

"Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri," pungkas Zulhas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User