Lulusan Antropologi Pimpin Kerajaan Cokelat Dunia, Hartanya Capai Rp804,8 Triliun

Jacqueline Mars, cucu pendiri Mars Inc, masuk jajaran 50 orang terkaya dunia versi Forbes dengan harta US$50,3 miliar atau Rp804,8 triliun. Meski berlatar pendidikan antropologi, ia aktif mengelola bisnis keluarga selama puluhan tahun dan dikenal dermawan, termasuk donasi US$10 juta untuk beasiswa di almamaternya, Bryn Mawr College.

Oct 18, 2026 - 04:02
Updated: 16 hours ago
0
Lulusan Antropologi Pimpin Kerajaan Cokelat Dunia, Hartanya Capai Rp804,8 Triliun
Lulusan Antropologi Pimpin Kerajaan Cokelat Dunia, Hartanya Capai Rp804,8 Triliun

Jacqueline Mars kembali mencuri perhatian dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Perempuan berusia 86 tahun ini menempati urutan ke-36 dengan total kekayaan mencapai US$50,3 miliar atau setara Rp804,8 triliun. Kekayaan itu menjadikannya salah satu pewaris terbesar dari kerajaan bisnis Mars, Inc., perusahaan yang menaungi merek-merek kenamaan seperti Snickers, M&M's, Milky Way, Pedigree, hingga Whiskas.

Jacqueline bukan sosok yang sekadar menikmati warisan. Ia lahir di Inggris pada 10 Oktober 1939 sebagai cucu Frank C. Mars, pendiri Mars, Inc. Kekayaannya berasal dari saham mayoritas perusahaan keluarga yang ia terima bersama saudaranya, John Mars, dan mendiang Forrest Mars Jr. Alih-alih berpangku tangan, Jacqueline memilih aktif bekerja di Mars sejak 1982 selama sekitar 20 tahun. Ia pernah menjabat sebagai President of the Food Product Group dan memimpin divisi makanan segar serta olahan hingga pensiun pada 2001.

Setelah pensiun, Jacqueline tetap menjadi anggota Dewan Direksi Mars hingga 2016. Perannya memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus sekaligus menjaga prinsip perusahaan untuk tetap menjadi perusahaan swasta. Mars memang dikenal konsisten menolak melantai di bursa saham. Keputusan itu didasari orientasi bisnis jangka panjang, keinginan keluarga mempertahankan kendali penuh atas perusahaan sejak 1911, serta menjaga rahasia bisnis dan strategi perusahaan.

Di balik kesuksesannya di dunia bisnis, Jacqueline justru menempuh jalur pendidikan yang tak biasa. Ia lulus dari Bryn Mawr College pada 1961 dengan gelar Sarjana Antropologi. Latar belakang humaniora itu membentuk cara pandangnya yang menekankan pemahaman budaya, tata kelola sosial, dan hubungan antarmanusia. Ia juga tercatat sebagai Trustee Emeritus di almamaternya dan aktif memberikan donasi.

Salah satu kontribusi terbarunya adalah donasi transformatif senilai US$10 juta atau sekitar Rp150 miliar lebih untuk mendukung program beasiswa mahasiswa sarjana. Langkah itu dilakukan demi memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif. Selain dikenal dermawan, Jacqueline merupakan penunggang kuda ulung dan pemilik peternakan serta perkebunan pribadi Stonehall Farm di Virginia. Ia menjadi donatur penting bagi industri olahraga berkuda Amerika Serikat, membiayai atlet untuk ajang internasional dan Olimpiade, serta mendaftarkan tanah pertaniannya dalam perjanjian hak guna konservasi agar kelestariannya terjaga permanen.

Kiprah Jacqueline juga merambah dunia seni dan budaya. Ia pernah memimpin dewan Washington National Opera dan memegang posisi strategis di Smithsonian Institution serta National Archives Foundation. Dengan segudang peran itu, Jacqueline Mars membuktikan bahwa latar belakang antropologi bukan penghalang untuk memimpin salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User