Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Genjot Pariwisata demi Daya Saing Global
Pemerintah menegaskan stabilitas ekonomi sebagai fondasi penguatan pariwisata nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,45 persen pada semester I 2026 dan kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh 5,71 persen, sektor pariwisata diarahkan menjadi penggerak utama daya saing Indonesia di tingkat global melalui stimulus, insentif, dan penguatan konektivitas.
Pemerintah menempatkan pariwisata sebagai salah satu penggerak strategis pertumbuhan ekonomi nasional. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi menjadi prasyarat penting bagi kemajuan sektor pariwisata. Pernyataan itu disampaikannya saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Dradjad, daya beli masyarakat yang kuat akan mendorong perjalanan domestik, sementara investasi berperan dalam pembangunan infrastruktur, akomodasi, serta peningkatan kualitas layanan. Karena itu, penguatan konektivitas, daya saing, dan ketahanan kebijakan dinilai menjadi kunci menjaga momentum pariwisata di tengah ketidakpastian global.
Fondasi ekonomi Indonesia sendiri tercermin dari capaian semester I 2026. Ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen, inflasi September 2026 terkendali di angka 3,28 persen, dan investasi naik 7,2 persen menjadi Rp1.010,6 triliun dengan mayoritas terealisasi di luar Jawa. Pertumbuhan di atas 5 persen selama lima kuartal beruntun menunjukkan kuatnya konsumsi domestik dan keberlanjutan investasi.
Di tengah tekanan industri pariwisata global, kinerja pariwisata Indonesia terbilang tangguh. Pada semester I 2026, kunjungan wisatawan internasional secara global hanya tumbuh 0,4 persen, kawasan Timur Tengah turun 22 persen, dan Asia Tenggara terkontraksi 1 persen. Sebaliknya, Indonesia mencatat pertumbuhan 5,71 persen. Sepanjang Januari-Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta kunjungan atau naik 5,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mendekati 99 persen dari tingkat sebelum pandemi.
Kontribusi pariwisata juga terlihat dari pergerakan ekonomi domestik, penerimaan devisa, dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan dengan devisa pariwisata USD18,28 miliar serta mendukung 25,91 juta lapangan kerja. Sektor ini berkontribusi langsung 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan nilai investasi Rp73,55 triliun.
Momentum berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan atau meningkat 4,29 persen, dengan devisa pariwisata pada semester I 2026 sebesar USD8,43 miliar. Investasi sektor pariwisata tumbuh 16,64 persen, menegaskan potensinya dalam menciptakan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah menargetkan 16-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 dan kontribusi 4,5-4,7 persen terhadap PDB. Berbagai langkah disiapkan, termasuk paket stimulus ekonomi Rp26,34 triliun yang mencakup diskon transportasi dan insentif perpajakan, keringanan PPh bagi 552.000 pekerja sektor perhotelan, pengembangan keterampilan bagi 400.000 tenaga kerja pariwisata setiap tahun, serta perluasan akses visa dan konektivitas udara.
Dradjad juga menekankan pentingnya inovasi dan efisiensi di sektor pariwisata. Pemerintah akan membangun ekosistem yang mendorong pelaku usaha menghasilkan desain produk kreatif dengan harga kompetitif. Penguatan industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) turut didorong dengan menarik lebih banyak acara bisnis internasional dan menghubungkan penyelenggara dengan pelaku usaha lokal.
"Visi kita sangat jelas. Pariwisata perlu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memberdayakan masyarakat lokal, menarik investasi berkelanjutan, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global," pungkas Dradjad.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)