Airlangga Ingin Indonesia Bangun Mesin Ekonomi Baru, Andalkan Teknologi dan Talenta Digital

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Dalam kuliah umum di UNNES, ia menyoroti hilirisasi, transformasi digital, semikonduktor, AI, dan transisi energi hijau sebagai kunci, didukung penyiapan SDM adaptif dan perluasan akses pasar internasional.

Oct 18, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Airlangga Ingin Indonesia Bangun Mesin Ekonomi Baru, Andalkan Teknologi dan Talenta Digital
Airlangga Ingin Indonesia Bangun Mesin Ekonomi Baru, Andalkan Teknologi dan Talenta Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya penguatan mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis teknologi. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa DPP Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026, Jumat (9/10).

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan. Ia mencatat perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan pada semester I 2026 sebesar 5,45 persen secara tahunan (ctc), ditopang konsumsi domestik dan investasi. Sementara itu, inflasi pada September 2026 tercatat 3,28 persen.

Menurut Airlangga, stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, investasi, dan terjaganya daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Pemerintah juga terus mengoptimalkan potensi ekonomi domestik dan memperkuat fondasi pertumbuhan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Salah satu strategi yang didorong adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan komoditas strategis. Melalui dukungan teknologi dan penguatan keterkaitan industri, komoditas dalam negeri dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Hasilnya terlihat dari peningkatan ekspor produk mineral dan logam dari sekitar US$1,4 miliar pada 2016 menjadi US$35 miliar pada 2025. Diversifikasi produk turunan kelapa sawit juga meningkat dari 54 menjadi 208 produk, sedangkan ekspor kelapa terus didorong tumbuh mencapai 50 persen.

Selain hilirisasi, transformasi digital menjadi peluang besar untuk mempercepat peningkatan produktivitas. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu memastikan mampu menjadi pengembang, inovator, dan produsen nilai tambah digital. Ekosistem yang menghubungkan pusat data, Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, dan talenta digital semakin penting dalam menentukan arah perkembangan industri dan daya saing ekonomi ke depan.

Penguasaan teknologi tersebut perlu diperkuat melalui pengembangan ekosistem industri, kerja sama internasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah telah menjalin kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris untuk memperkuat kemampuan desain semikonduktor dan menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri. Langkah ini diharapkan memperbesar partisipasi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global. Di tingkat internasional, Indonesia juga memperkuat perannya dalam pengembangan dan tata kelola AI melalui keikutsertaan sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Di kawasan ASEAN, kerja sama melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) menjadi peluang untuk memperluas integrasi ekonomi digital dan membuka kesempatan baru bagi pelaku usaha serta tenaga kerja Indonesia.

Penguatan ekonomi digital perlu diiringi penyiapan SDM yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Pemerintah mendorong berbagai program pengembangan talenta digital, antara lain pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem usaha rintisan digital, insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan tertentu yang memenuhi ketentuan, serta program Digital Talent Scholarship.

Selain transformasi digital, transisi menuju energi dan industri hijau juga menjadi mesin pertumbuhan baru. Kebutuhan listrik nasional diperkirakan meningkat pada 2030 seiring peningkatan aktivitas ekonomi dan perkembangan industri. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Presiden mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga kapasitas 100 gigawatt. Pengembangan energi surya juga perlu didukung sistem penyimpanan energi (battery energy storage system) agar pasokan listrik dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Perluasan akses pasar internasional tetap menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus memperkuat kerja sama perdagangan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas peluang ekspor produk Indonesia, termasuk melalui perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss. Berbagai perjanjian tersebut akan membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, serta produk pertanian dan perikanan.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Pada 2026, dukungan Dewan Penyantun Pendidikan menjangkau 531 mahasiswa selama empat tahun masa perkuliahan, meningkat dibandingkan 376 mahasiswa pada 2024 dan 506 mahasiswa pada 2025. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa penyampaian informasi bagi masyarakat, termasuk civitas akademika, merupakan upaya Pemerintah untuk mendorong pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan. Ia juga menyampaikan pesan Menko Airlangga agar mahasiswa terus menguasai keilmuan utama, belajar sepanjang hayat, meningkatkan literasi digital, pengolahan data, serta pemanfaatan AI. Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Rektor beserta jajaran, Majelis Wali Amanat, dan Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User