Suhu Pasir Naik, Tukik Penyu Betina Kian Dominan dan Jadi Sinyal Bumi Memanas
Suhu sarang menentukan jenis kelamin tukik penyu, dengan titik imbang sekitar 29 derajat Celsius. Ketika pasir makin hangat, lebih banyak tukik betina yang menetas. Fenomena ini menjadi pertanda buruk bagi keseimbangan populasi penyu sekaligus cerminan bumi yang kian memanas.
Jakarta, CNN Indonesia - Meningkatnya jumlah penyu betina yang menetas disebut sebagai sinyal buruk bagi kondisi bumi yang semakin memanas. Jenis kelamin tukik penyu ternyata sangat dipengaruhi oleh suhu pasir tempat sarang berada.
Para peneliti menjelaskan bahwa penentuan jenis kelamin tukik bergantung pada suhu sarang dengan titik imbang sekitar 29 derajat Celsius. Angka ini menjadi ambang batas yang menentukan arah perkembangan jenis kelamin anak penyu.
Ketika suhu pasir berada di sekitar titik imbang tersebut, hasil penetasan cenderung seimbang. Namun, kondisi pasir yang semakin hangat membuat lebih banyak tukik betina yang lahir dibandingkan tukik jantan.
Perubahan suhu ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada komposisi populasi penyu di alam. Dominasi betina yang terus meningkat dikhawatirkan mengganggu keseimbangan reproduksi dan kelangsungan hidup spesies tersebut.
Fenomena ini juga menjadi cerminan dari pemanasan global yang kian terasa. Kenaikan suhu lingkungan, termasuk suhu pasir di kawasan peneluran penyu, menjadi indikator nyata perubahan iklim yang berlangsung saat ini.
Dengan demikian, banyaknya penyu betina yang menetas bukan sekadar catatan biologis biasa. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa bumi sedang mengalami pemanasan yang berdampak pada makhluk hidup, termasuk penyu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)