Belanja Rumah Tangga Bisa Berkurang Rp300 Ribu per Bulan, Ini Peran Kopdes Merah Putih

Kementerian Koperasi memproyeksi kehadiran Kopdes Merah Putih bisa menghemat pengeluaran rumah tangga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Penghematan berasal dari penyaluran komoditas bersubsidi seperti LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, dan pupuk. Koperasi ini juga diproyeksikan menyerap produk desa dan berpotensi membuka 1 juta hingga 1,5 juta lapangan kerja.

Oct 18, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0
Belanja Rumah Tangga Bisa Berkurang Rp300 Ribu per Bulan, Ini Peran Kopdes Merah Putih
Belanja Rumah Tangga Bisa Berkurang Rp300 Ribu per Bulan, Ini Peran Kopdes Merah Putih

Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) diproyeksi mampu meringankan beban belanja rumah tangga. Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkirakan setiap keluarga bisa menghemat pengeluaran sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa penghematan itu muncul karena berbagai komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui koperasi. Komoditas yang dimaksud antara lain LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta pupuk.

"Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200 ribu - Rp300 ribu per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih," kata Zabadi pada Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, Sabtu (17/10), seperti dilansir Antara.

Menurut Zabadi, penyaluran komoditas lewat koperasi diarahkan agar masyarakat yang berhak memperoleh barang bersubsidi dengan harga sesuai kebijakan pemerintah. Skema ini juga diharapkan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Selain menjadi saluran distribusi barang bersubsidi, Kopdes Merah Putih diproyeksikan berperan sebagai offtaker atau penyerap produk masyarakat desa. Dengan fungsi tersebut, koperasi diharapkan menyerap hasil pertanian, perikanan, dan produk usaha masyarakat sehingga produsen memiliki kepastian pasar dan harga.

Zabadi menyebut koperasi juga diarahkan menyerap komoditas saat harga mengalami tekanan. Untuk beras, misalnya, penyerapan diharapkan dilakukan ketika harga hasil panen berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, termasuk bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian. Kemenkop menilai keberadaan koperasi di tingkat lokal dapat meningkatkan efektivitas distribusi program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Zabadi menyebut KDKMP berpotensi membuka 1 juta hingga 1,5 juta lapangan kerja apabila lebih dari 83.000 koperasi yang menjadi basis proyeksi tersebut masing-masing membutuhkan rata-rata 10 hingga 17 tenaga kerja. Ia juga mendorong perguruan tinggi dan lulusan sarjana berpartisipasi dalam pengembangan koperasi melalui riset, inovasi, dan penguatan model bisnis di daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User