Netanyahu Bantah Israel Penjajah, Singgung Perbandingan dengan Belanda di Indonesia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah tuduhan bahwa negaranya adalah penjajah di tanah Palestina. Menanggapi kritik Barack Obama, Netanyahu menegaskan orang Yahudi bukan penjajah asing di tanah moyang mereka dan menyebut Israel bukan Belanda di Indonesia. Obama sebelumnya menilai Israel mengambil tanah milik orang lain dan bertindak berlebihan terhadap Palestina.

Oct 19, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0
Netanyahu Bantah Israel Penjajah, Singgung Perbandingan dengan Belanda di Indonesia
Netanyahu Bantah Israel Penjajah, Singgung Perbandingan dengan Belanda di Indonesia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak keras anggapan bahwa negaranya merupakan penjajah di tanah Palestina. Bantahan itu disampaikannya sebagai respons terhadap kritik sejumlah pemimpin dunia, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang menuding Israel telah merampas tanah milik bangsa Palestina.

Dalam pernyataannya melalui akun X miliknya, Netanyahu mengaku mendengar kecaman yang menyebut Israel telah mencuri tanah dan kehilangan moral tertingginya. Ia pun menyatakan akan menanggapi pernyataan yang dinilainya amat disayangkan tersebut.

"Orang-orang Yahudi bukan penjajah asing di tanah moyang kami. Sejarah kami bukan sejarah kolonial. Tanah kami bukan hasil curian. Ini tanah air kami yang disebut Judea," ujar Netanyahu.

Ia kembali menegaskan klaim bahwa tanah di Palestina merupakan milik bangsa Yahudi sejak ribuan tahun lalu. Netanyahu bahkan membandingkan posisi Israel dengan sejumlah negara kolonial, seraya menegaskan bahwa bangsanya bukanlah pendatang yang menjajah wilayah orang lain.

"Kami bukan Belanda di Indonesia. Kami bukan Belgia di Kongo. Kami orang-orang Yahudi di tanah Yudea," tuturnya.

Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu menyalahkan pihak lain sebagai penghambat perdamaian. Menurutnya, yang menghalangi perdamaian bukanlah Israel atau perjuangan untuk eksistensi negaranya, melainkan penolakan musuh-musuh Israel dan Amerika Serikat untuk mengakui hak orang Yahudi memiliki negara sendiri.

Kritik Obama sendiri disampaikan pada pekan sebelumnya. Ia menyoroti cara Israel menangani konflik di Timur Tengah dan memperingatkan bahwa kekuatan militer tidak dapat menjamin keamanan yang langgeng. Obama juga menilai keengganan Israel memberikan konsesi kepada pihak Palestina berisiko merusak posisi moral negara itu.

Meski mengakui sejarah panjang persekusi yang dialami orang Yahudi di Eropa, Obama menegaskan bahwa rakyat Palestina juga mengalami ketidakadilan akibat hilangnya tanah mereka. Menurutnya, hal itu tidak dapat disangkal, termasuk tindakan berlebihan yang dialami warga Palestina.

"Wajar jika orang-orang tersebut berkata: 'Ini adalah ketidakadilan dan saya ingin tanah saya kembali,'" kata Obama, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User