OpenAI hingga Google Janji Beri Media Hak Tolak Konten untuk Latih AI, Berlaku Bertahap

OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic berkomitmen memberi media serta pengelola situs cara baru menolak konten mereka dipakai untuk pelatihan AI. Mekanisme satu instruksi standar ini hanya berlaku untuk pelatihan mendatang dan diterapkan bertahap, dengan Microsoft mulai 1 Februari 2027. Langkah ini muncul di tengah gugatan penerbit, termasuk The New York Times terhadap OpenAI dan Microsoft.

Nov 01, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0
OpenAI hingga Google Janji Beri Media Hak Tolak Konten untuk Latih AI, Berlaku Bertahap
OpenAI hingga Google Janji Beri Media Hak Tolak Konten untuk Latih AI, Berlaku Bertahap

Jakarta, CNN Indonesia -- Empat perusahaan teknologi besar, yakni OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic, menyatakan komitmen untuk menyediakan mekanisme baru bagi media dan pengelola situs dalam menolak penggunaan konten mereka sebagai bahan pelatihan kecerdasan buatan. Kesepakatan itu diumumkan pada Jumat (30/10), di tengah tekanan dan gelombang gugatan dari penerbit berita terhadap praktik pengambilan konten oleh perusahaan AI.

Namun, komitmen tersebut memiliki batasan. Mekanisme hanya berlaku untuk pelatihan model AI pada masa yang akan datang. Pengaturan ini tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas bot yang menelusuri situs atau semua bentuk pengumpulan konten yang telah berjalan.

Saat ini, pengelola situs harus memasang sejumlah perintah pemblokiran secara terpisah untuk masing-masing bot yang mengumpulkan data dari internet, atau dikenal sebagai scraping. Melalui mekanisme yang diusulkan, pengelola situs cukup memasang satu instruksi standar yang akan dikenali dan dipatuhi oleh perusahaan AI yang mengadopsi protokol tersebut.

Penerapannya tidak akan berlangsung serentak dan masih membutuhkan waktu beberapa bulan. Microsoft akan mulai menerapkannya pada 1 Februari 2027, sedangkan Google menjadwalkan penerapan pada 2027 tanpa menyebut waktu yang lebih spesifik. OpenAI, pengembang ChatGPT, menyatakan akan menggulirkan mekanisme tersebut dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, Anthropic, perusahaan di balik Claude, menyebut penerapannya sudah dimulai.

Microsoft menjelaskan bahwa pengumpulan konten untuk pelatihan AI tetap diizinkan secara bawaan sampai pengelola situs mengubah pengaturan tersebut. Artinya, penerbit perlu mengambil langkah aktif jika ingin menolak penggunaan kontennya. Keputusan itu juga disebut berpotensi memengaruhi keterlihatan konten penerbit. Microsoft dan Google menyebut penolakan terhadap pelatihan AI dapat mengurangi peluang konten muncul dalam aplikasi dan layanan berbasis AI mereka.

Pengumuman ini hadir ketika penerbit menghadapi lonjakan bot yang mengumpulkan artikel untuk memasok data bagi model AI. Sebagian penerbit memilih membawa persoalan tersebut ke pengadilan. Pada Desember 2023, The New York Times menggugat OpenAI dan Microsoft atas dugaan penggunaan jutaan artikelnya tanpa izin maupun pembayaran untuk melatih ChatGPT. Kedua perusahaan teknologi tersebut menggunakan pembelaan berdasarkan fair use, yakni pengecualian dalam hukum hak cipta yang memungkinkan penggunaan tertentu atas materi berhak cipta.

Sejumlah mekanisme lain untuk mengatur akses bot AI juga sudah tersedia. Penyedia infrastruktur internet Cloudflare telah memblokir bot AI secara bawaan pada situs pelanggan baru sejak Juli 2025. Sementara itu, standar Really Simple Licensing memungkinkan penerbit mengenakan biaya kepada bot yang mengunjungi halaman mereka.

Meta turut menyatakan dukungan terhadap upaya penyusunan instruksi bersama bagi perusahaan AI. "Kami percaya menciptakan sinyal bersama yang menyampaikan preferensi tersebut kepada beberapa penyedia sekaligus merupakan langkah penting," tulis juru bicara Meta, Andy Stone, di X. Stone mengatakan Meta berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan AI lain dalam pengembangan standar dan penerapannya di industri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User