PLN UID Sumbar Beri Bantuan Peralatan, KWT Maju Jaya Malalak Siap Naik Kelas
PLN UID Sumatera Barat melalui program Srikandi Women Support Women menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Jaya di Malalak, Kabupaten Agam. Bantuan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha berbasis potensi lokal, terutama pengolahan kayu manis. General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachmawardani, menegaskan komitmen pemberdayaan perempuan untuk kemandirian ekonomi keluarga.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Jaya di Malalak, Kabupaten Agam, Selasa (13/10). Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Srikandi Women Support Women yang bertujuan mendukung pemberdayaan perempuan agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.
Peresmian bantuan ini dihadiri sejumlah pihak, antara lain Manager PLN UP3 Bukittinggi Moch. Julnansyah Nugroho, Champion Srikandi Sumatera Barat Yesi Yuliani, Camat Malalak Ulya Satar, Wali Nagari Malalak Barat Zamri, Wali Jorong Jalan Bantiang Selatan Nurfarizel, Ketua PKK Kecamatan Malalak Emelia Febriani, Koordinator BPP Malalak Hendri Dunan, PPL Malalak Barat Ihsan Nurhabibi, Ketua UMKM Kecamatan Malalak Fadli Rahmadi, serta Ketua dan anggota KWT Maju Jaya.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardani, menjelaskan bahwa program Women Support Women bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan wujud semangat saling menguatkan antarsesama perempuan. "Bagi kami, Women Support Women bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan saling menguatkan agar bisa tumbuh dan berkembang bersama. Kami berharap bantuan peralatan ini dapat mendukung KWT Maju Jaya meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, dan memperluas peluang usahanya. Ketika perempuan mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya," ujar Ririn.
Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan proses pengolahan, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengembangkan potensi hasil pertanian lokal, termasuk kayu manis, menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing. Selain itu, KWT Maju Jaya didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, memperbaiki pengemasan, dan memperluas akses pemasaran.
Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara PLN, pemerintah setempat, pendamping pertanian, dan kelompok usaha perempuan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat pengembangan usaha lokal dan mendorong perempuan semakin percaya diri mengelola potensi yang dimiliki.
Melalui program Srikandi Women Support Women, PLN UID Sumatera Barat berharap KWT Maju Jaya dapat berkembang menjadi kelompok usaha perempuan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Bantuan ini menjadi dukungan nyata bagi peningkatan kapasitas produksi, pengembangan produk lokal, serta penguatan ekonomi keluarga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)