Kredit Perbankan September 2026 Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Beberkan Pemicunya

OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 13,26 persen secara tahunan menjadi Rp9.245,1 triliun pada September 2026. Pertumbuhan ditopang kredit investasi yang naik 23,2 persen dan kredit korporasi 21,31 persen. Kualitas aset terjaga dengan NPL gross 2,07 persen, sementara DPK tumbuh 8,22 persen menjadi Rp10.492,2 triliun dan CAR perbankan berada di level 24,3 persen.

Nov 04, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Kredit Perbankan September 2026 Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Beberkan Pemicunya
Kredit Perbankan September 2026 Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Beberkan Pemicunya

Penyaluran kredit industri perbankan nasional mencatat kinerja positif pada September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kredit perbankan mencapai Rp9.245,1 triliun, tumbuh 13,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang masih berjalan baik di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan geopolitik. Menurutnya, profil risiko industri perbankan juga tetap terjaga.

"Kredit perbankan pada September 2026 tumbuh 13,26 persen year on year menjadi Rp9.245,1 triliun. Hal ini didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 23,2 persen dan kredit korporasi yang tumbuh 21,31 persen," ujar Friderica dalam paparan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kompleks Bank Indonesia, Selasa (3/11).

Selain kredit investasi dan korporasi, kredit modal kerja turut menopang dengan pertumbuhan 11,89 persen secara tahunan. Sementara kredit konsumsi meningkat 4,86 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross perbankan tercatat 2,07 persen. Adapun NPL net berada di level 0,82 persen, sedangkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,5 persen.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan mencapai Rp10.492,2 triliun pada September 2026 atau tumbuh 8,22 persen secara tahunan. Pertumbuhan DPK ditopang kenaikan giro 12,64 persen, tabungan 9,08 persen, dan deposito 3,78 persen. Dengan demikian, laju pertumbuhan kredit masih lebih tinggi dibandingkan penghimpunan dana perbankan.

Ketahanan industri perbankan juga tercermin dari permodalan yang masih kuat. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 24,3 persen pada September 2026. Likuiditas perbankan dinilai memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 88,11 persen.

Selain itu, rasio aset likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) berada di level 105,73 persen, sedangkan rasio aset likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat 24,08 persen. OJK menilai sejumlah indikator tersebut menunjukkan ketahanan industri perbankan tetap terjaga di tengah dinamika yang memengaruhi sektor keuangan domestik maupun global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User