Dikukuhkan 25 November, Diana Kartika Pimpin APTISI Sumbar 2026-2031 dengan Formatur Baru

APTISI Sumatera Barat mematangkan persiapan pengukuhan Ketua dan pengurus periode 2026-2031. Diana Kartika, Rektor Universitas Bung Hatta, akan dikukuhkan pada 25 November 2026 di Bung Hatta Convention Hall oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi. Rapat tim formatur di Rektorat UBH menetapkan susunan pengurus, termasuk Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan sejumlah bidang strategis.

Nov 04, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Dikukuhkan 25 November, Diana Kartika Pimpin APTISI Sumbar 2026-2031 dengan Formatur Baru
Dikukuhkan 25 November, Diana Kartika Pimpin APTISI Sumbar 2026-2031 dengan Formatur Baru

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Sumatera Barat tengah mematangkan persiapan pengukuhan dan pelantikan ketua beserta jajaran kepengurusan periode 2026-2031. Rapat tim formatur digelar di Rektorat Universitas Bung Hatta (UBH), Jalan Sumatra, Ulak Karang, Padang, pada Rabu (4/11/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Diana Kartika, yang terpilih sebagai Ketua APTISI Sumatera Barat periode 2026-2031 sekaligus Rektor UBH. Tim pembentukan kepengurusan juga melibatkan Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ridwan, S.E., M.M., serta Riko Ervil, M.T., IPU., ASEAN Eng.

Berdasarkan hasil pematangan susunan organisasi, Muhammad Ridwan dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua I, sementara Wakil Ketua II dijabat Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes. Untuk posisi Sekretaris dipercayakan kepada Riko Ervil dengan Dr. Anne Putri, S.E., M.Sc., Ak., CA., sebagai Wakil Sekretaris.

Jabatan Bendahara diisi Prof. Dr. Eng. Ir. Yusreni Warni, S.T., M.T., IPM., didampingi Dr. Fivi Anggraini, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Wakil Bendahara. Jajaran pengurus juga akan diperkuat sejumlah bidang, di antaranya Bidang Organisasi, Bidang Digital dan Sistem Informasi, serta Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

"Pengukuhan dan pelantikan Ketua beserta jajaran Pengurus APTISI Sumbar 2026-2031 direncanakan berlangsung pada 25 November 2026 di Bung Hatta Convention Hall. Prosesi tersebut dijadwalkan dilakukan oleh Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi (Dikti)," kata Diana Kartika kepada infosumbar.net, Rabu sore.

Sebelumnya, Diana Kartika terpilih sebagai Ketua APTISI Provinsi Sumatera Barat periode 2026-2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VII APTISI Sumatera Barat yang diselenggarakan di Hall Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, pada 31 Oktober 2026. Musprov ke-VII mengangkat tema "APTISI Sumbar Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi: Mewujudkan PTS Unggul Berbasis Riset, Inovasi, dan Kolaborasi Berdampak".

Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat untuk mengevaluasi organisasi, memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja dalam meningkatkan mutu, daya saing, dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah maupun nasional. Kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Ir. Reti Wafda, M.TP.; Kepala LLDIKTI Wilayah X, Dr. Afdalisma, S.H., M.Pd.; Wakil Bendahara APTISI Pusat, Dr. Evi Susanti, S.ST., Biomed.; serta Dewan Pembina APTISI Sumatera Barat, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S., bersama jajaran pengurus APTISI Sumatera Barat.

Turut hadir Ketua APTISI Sumbar periode sebelumnya, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T., IPM.; Ketua Panitia Pelaksana Musprov ke-VII, Riko; serta Rektor Universitas Fort De Kock, Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes., yang bertindak sebagai tuan rumah. Musyawarah tersebut juga diikuti pimpinan badan penyelenggara dan pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan Provinsi Sumatera Barat.

Terpilihnya Diana Kartika membawa harapan baru bagi penguatan peran APTISI sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi perguruan tinggi swasta. Kepemimpinan periode 2026-2031 diharapkan mampu mendorong peningkatan tata kelola perguruan tinggi, kualitas pendidikan, pengembangan riset dan inovasi, serta perluasan kerja sama antarlembaga. Tantangan transformasi pendidikan tinggi juga menjadi perhatian penting, mulai dari adaptasi teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, hingga kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User