AI Bongkar Celah Keamanan Perangkat Lunak, BSSN Beberkan Strategi Lindungi Sistem Indonesia

Teknologi AI menemukan sejumlah celah keamanan pada perangkat lunak seperti PHP, Node.js, LiteLLM, dan sertifikat digital eMudhra. BSSN memaparkan langkah kesiapan Indonesia, mulai dari security advisory, apel kesiapsiagaan TTIS, asistensi teknis, hingga pemetaan aset bersama penyelenggara sistem elektronik. Tanggung jawab patching tetap di pengelola sistem, sementara kolaborasi dan kecepatan deteksi menjadi kunci.

Nov 04, 2026 - 12:02
Updated: 10 hours ago
0
AI Bongkar Celah Keamanan Perangkat Lunak, BSSN Beberkan Strategi Lindungi Sistem Indonesia
AI Bongkar Celah Keamanan Perangkat Lunak, BSSN Beberkan Strategi Lindungi Sistem Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengungkap celah keamanan pada perangkat lunak menjadi perhatian serius di dunia maya. Pertanyaannya, seberapa siap sistem siber Indonesia menghadapi ancaman ini?

Juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Prabaswari, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipatif. BSSN menerbitkan security advisory melalui situs resmi BSSN dan IDSIRTII, menggelar Apel Kesiapsiagaan bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada 22-23 Oktober 2026, serta membuka layanan asistensi teknis untuk menangani kerentanan pada bahasa pemrograman PHP.

Selain itu, BSSN melakukan verifikasi dan pemetaan aset bersama penyelenggara sistem elektronik (PSE) guna mengidentifikasi sistem yang berpotensi terdampak. "Kami berupaya proaktif untuk tidak menunggu insiden terjadi," ujar Prabaswari kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/11).

Menurut Prabaswari, pola kerja serupa juga diterapkan untuk kerentanan lain seperti Node.js. BSSN akan memantau, menilai dampak bagi aset di Indonesia, serta mengomunikasikan langkah perbaikan kepada pengelola sistem. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk memperbarui perangkat lunak atau patching tetap berada pada masing-masing pengelola sistem, seiring dengan pendampingan BSSN melalui notifikasi, panduan, dan asistensi teknis.

"Karena itu, kolaborasi BSSN dan PSE menjadi kunci. Di tengah kecepatan temuan, termasuk yang dibantu AI, kemampuan mendeteksi dan menambal harus bergerak lebih cepat lagi," kata Prabaswari.

Sebagai informasi, AI telah mengungkap serangkaian kerentanan baru pada perangkat lunak dalam pekan yang sama dengan insiden PHP. Laporan Reuters menyebutkan sejumlah kerentanan turut diungkap pada Node.js, perangkat lunak untuk layanan streaming sekaligus alternatif PHP dan Plex. Selain itu, terjadi kebocoran data yang berkaitan dengan platform pengembangan perangkat lunak LiteLLM. Temuan lain mengungkap bahwa otoritas sertifikat digital India, eMudhra, menggunakan kunci kriptografi yang lemah sehingga berpotensi membahayakan pengguna internet di berbagai belahan dunia.

"Jika dalam satu pekan saja kita melihat empat atau lima kejadian seperti ini, saya memperkirakan akan ada lebih banyak kejadian serupa," kata Patrick Garrity, peneliti dari VulnCheck, dikutip dari CNA, Jumat (23/10).

Prabaswari menilai kasus LiteLLM menunjukkan bahwa pembaruan dari sumber terpercaya dapat disusupi. Sementara kasus eMudhra menunjukkan kelemahan pada penyedia sertifikat dapat berdampak lintas negara karena sertifikat palsu berpotensi digunakan untuk menyamar sebagai situs legal. "Kabar baiknya, browser utama sudah mencabut kepercayaan terhadap sertifikat bermasalah tersebut. Masyarakat cukup memastikan browser dan sistem operasinya selalu diperbarui," ujarnya.

Terkait potensi dampak terhadap sistem pemerintahan, Prabaswari menyebut hal itu bergantung pada dua hal, yaitu apakah ekosistem memakai teknologi yang terdampak dan seberapa cepat celahnya ditutup. Pada sistem pemerintah, ia mengingatkan sejumlah aspek yang perlu diwaspadai, seperti penggunaan perangkat lunak yang belum diperbarui, ketergantungan pada komponen pihak ketiga seperti pustaka sumber terbuka, serta kepercayaan terhadap infrastruktur sertifikat digital. "Untuk sistem pemerintah, sejauh ini masih terus dilakukan pemantauan untuk pembaruan browser dan sistem operasi tersebut," kata Prabaswari.

BSSN juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi insiden keamanan siber. Langkah awal meliputi identifikasi dan verifikasi sistem yang terdampak, isolasi dan pembatasan dampak, pengamanan bukti digital dengan menyimpan log sebelum perbaikan, penambalan atau penggantian versi serta rotasi kredensial yang mungkin terpapar, dan pelaporan kepada BSSN melalui kanal insiden agar koordinasi dan bantuan dapat segera dilakukan.

Selain itu, BSSN merekomendasikan inventarisasi aset secara menyeluruh, pembaruan perangkat lunak berkala dan penghentian versi yang sudah tidak didukung (End of Life/EOL), pengelolaan rantai pasok perangkat lunak dengan memverifikasi sumber dan integritas paket, penerapan pengendalian akses dan kredensial berdasarkan least privilege, pemantauan sertifikat digital termasuk pencabutan kepercayaan oleh browser, serta penerapan prinsip security by design dan pembangunan ketahanan arsitektur sistem untuk deteksi, respons, isolasi, dan pemulihan cepat saat insiden terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User