Aber Kawas Cetak Sejarah, Keturunan Palestina Pertama yang Duduk di Senat AS

Aber Kawas, politikus perempuan muslim keturunan Palestina dari Partai Demokrat, memenangkan kursi Senat mewakili New York pada pemilu AS 4 November. Kemenangannya menjadikannya senator AS pertama berlatar Palestina. Aktivis hak buruh dan komunitas ini sebelumnya menang di primary Partai Demokrat dan didukung Zohran Mamdani, Bernie Sanders, serta Rashida Tlaib.

Nov 04, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Aber Kawas Cetak Sejarah, Keturunan Palestina Pertama yang Duduk di Senat AS
Aber Kawas Cetak Sejarah, Keturunan Palestina Pertama yang Duduk di Senat AS

Kandidat Partai Demokrat Aber Kawas memenangkan kursi Senat mewakili negara bagian New York pada pemilihan umum Amerika Serikat, Selasa (4/11). Kemenangan itu mencatatkan sejarah baru karena Kawas menjadi tokoh keturunan Palestina pertama yang berhasil menduduki kursi Senator AS.

Kawas merupakan politikus perempuan muslim keturunan Arab Palestina. Sebelum melangkah ke jabatan publik, ia dikenal sebagai aktivis penggerak komunitas dan anggota organisasi Democratic Socialists of America (DSA). Ia lebih dulu memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni sebelum akhirnya menang di pemilihan umum.

Lahir dan dibesarkan di Brooklyn, Kawas adalah putri imigran Palestina yang tiba di Amerika Serikat pada 1990-an. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa serangan 11 September mengubah rasa aman yang ia rasakan saat masih kanak-kanak, karena keluarga-keluarga Muslim di lingkungannya hidup dalam ketakutan akan pengawasan dan deportasi. Ayahnya dideportasi ke Yordania ketika ia masih duduk di bangku SMA, dan kondisi keuangan keluarganya pun berubah setelah peristiwa tersebut.

Menurut Middle East Eye, sebelum mencalonkan diri untuk jabatan publik, Kawas telah menghabiskan lebih dari 15 tahun bekerja di bidang hak-hak buruh, komunitas imigran, dan perjuangan Palestina. Pada 2023, ia bergabung dengan sekelompok aktivis yang berupaya memanfaatkan pemerintahan daerah untuk menentang pendanaan bagi pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Kelompok tersebut mendukung rancangan undang-undang yang diusulkan senator negara bagian Jabari Brisport untuk menghentikan lembaga amal di New York agar tidak mendanai kelompok-kelompok yang terkait dengan permukiman ilegal. Zohran Mamdani, yang saat itu menjabat anggota majelis negara bagian, turut membantu menyusun RUU tersebut, namun gagal disahkan setelah mendapat penentangan dari para legislator.

Mereka mengusung slogan "Danai martabat, lawan kehancuran." Untuk isu domestik, Kawas mengampanyekan layanan kesehatan universal, transportasi umum yang cepat dan andal, serta perumahan yang terjangkau. Ia juga mendorong aksi iklim dan menentang pendanaan untuk perang, serta berjanji memperjuangkan "New York For All Act", undang-undang yang akan melarang lembaga negara bagian dan pemerintah daerah bekerja sama dengan badan penegak hukum imigrasi federal.

Kawas juga terlibat dalam aksi langsung maupun kegiatan politik. Tahun ini, ia sempat ditangkap dalam aksi protes menentang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB, lalu dibebaskan. Baru-baru ini, ia melayangkan kritik terhadap kesepakatan senilai US$750.000 antara Departemen Kepolisian New York (NYPD) dan perusahaan pengawasan Cognyte, yang akhirnya dibatalkan pihak kepolisian pekan lalu setelah mendapat keberatan dari berbagai kelompok hak sipil.

Dukungan untuk pencalonannya datang dari Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib. Kemenangan Kawas terjadi di tengah menguatnya posisi kandidat yang didukung DSA dalam kancah politik New York, menyusul kemenangan Mamdani dalam pemilihan wali kota tahun lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User