Harga Cabai Melonjak, Kemendag Kirim 7 Ton dari Jawa Timur ke Halmahera
Kemendag mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera, Maluku Utara, untuk menekan lonjakan harga akibat cuaca ekstrem yang mengganggu panen. Mendag Budi Santoso menyebut pengiriman ini hasil sinergi dengan Bapanas, BI, dan pemerintah daerah. Harga cabai rawit merah nasional tercatat Rp71.662 per kg, di atas harga acuan Rp57 ribu. Strategi serupa akan diterapkan untuk telur.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bergerak cepat mengatasi lonjakan harga cabai di sejumlah daerah. Sebanyak 7 ton cabai dikirim dari Jawa Timur ke Halmahera, Maluku Utara, guna menyeimbangkan ketersediaan pasokan sekaligus menekan harga di wilayah yang mengalami kekurangan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pengiriman pasokan antarwilayah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan. Langkah tersebut dijalankan melalui sinergi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah.
"Kemarin kita kirim ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bapanas, kerjasama dengan BI dan pemerintah daerah," ujar Budi saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).
Menurut Budi, lonjakan harga cabai rawit maupun cabai merah belakangan ini terutama dipicu oleh cuaca ekstrem yang mengganggu hasil panen di tingkat petani. "Ya, faktor cuaca sih. Ya cuacanya seperti ini, jadi produksinya menurun," tuturnya.
Meski produksi menurun, daerah penghasil utama seperti Jawa Timur masih mencatat pasokan berlebih. Karena itu, Kemendag memfasilitasi logistik dan distribusi dari wilayah surplus ke wilayah defisit. "Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabe ini kan diproduksi di daerah tertentu, makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman," kata Budi.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag pada Selasa (3/11), harga rerata nasional cabai rawit merah mencapai Rp71.662 per kilogram, sementara harga acuannya Rp57 ribu per kg. Adapun harga rerata nasional cabai merah keriting mencapai Rp67.480 per kg dengan harga acuan Rp55 ribu per kg.
Budi menegaskan strategi pemerataan logistik serupa akan segera diterapkan pada komoditas pangan pokok lain yang mengalami ketimpangan harga akibat kendala distribusi. "Nanti dalam waktu dekat kita lagi mau persiapkan untuk bisa kirim ke komoditas lain, misalnya telur. Ya, telur yang surplus kita kirim ke yang kurang," jelasnya.
Secara nasional, komoditas telur ayam sebenarnya dalam kondisi surplus dengan rata-rata harga nasional Rp26.400 per kg, masih di bawah harga acuan penjualan Rp30 ribu per kg. Data SP2KP Kemendag pada Selasa (3/11) mencatat harga rerata nasional telur ayam ras Rp26.254 per kg. Namun, distribusi yang tersendat membuat harga di sejumlah daerah melonjak.
"Sementara ada daerah tertentu yang distribusinya itu agak susah itu, naik. Sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil. Kalau harga stabil, harga sesuai acuan, maka peternak juga bisa terus jalan," pungkas Budi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)