Komdigi Minta Hornet Dihapus dari Toko Aplikasi, Apa Sebenarnya Platform Ini?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Google Play Store dan Apple App Store menghapus aplikasi Hornet karena diduga terkait kampanye LGBTIQ+ yang dinilai melanggar norma di Indonesia. Hornet adalah platform kencan untuk komunitas gay yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali. Hingga kini, aplikasi tersebut masih bisa diakses di Play Store.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 2 months ago
0
Komdigi Minta Hornet Dihapus dari Toko Aplikasi, Apa Sebenarnya Platform Ini?
Komdigi Minta Hornet Dihapus dari Toko Aplikasi, Apa Sebenarnya Platform Ini?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi meminta Google Play Store dan Apple App Store untuk menghapus aplikasi Hornet dari platform mereka. Permintaan ini muncul setelah adanya aduan masyarakat yang mengaitkan aplikasi tersebut dengan dugaan kampanye LGBTIQ+ yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan ketentuan hukum di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap platform yang beroperasi di Indonesia wajib menghormati nilai, norma, dan ketentuan hukum yang berlaku. "Komdigi menerima aduan dari masyarakat mengenai keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian karena ada nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/8).

Meskipun telah mendapat peringatan dari Komdigi, pantauan CNNIndonesia.com hingga Selasa (18/8) menunjukkan bahwa aplikasi Hornet masih dapat diakses dan diunduh melalui Google Play Store. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tindakan yang telah diambil oleh pemerintah.

Hornet sendiri merupakan aplikasi kencan yang dirancang khusus untuk komunitas gay atau LGBTIQ+. Diluncurkan pada tahun 2012 oleh perusahaan teknologi queer asal Los Angeles, Queer Networks Inc., aplikasi ini mengklaim telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia. Platform ini menghubungkan pria gay, biseksual, transgender, dan queer melalui berbagai fitur yang ditawarkan.

Salah satu fitur unggulan Hornet adalah kemampuan untuk menemukan pengguna gay terdekat melalui fitur 'nearby'. Sebelum berinteraksi, pengguna dapat melihat profil secara rinci, termasuk usia, etnis, tinggi badan, berat badan, peran, status hubungan, dan status HIV. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membuat keputusan yang lebih tepat sebelum memulai percakapan.

Selain itu, Hornet juga menyediakan layanan pesan teks, pesan suara, panggilan suara, dan panggilan video. Pengguna dapat membagikan foto di beranda untuk mengekspresikan diri, layaknya media sosial pada umumnya. Terdapat pula opsi berbayar dengan fitur eksklusif seperti bebas iklan, melihat pengunjung profil, mengunggah lebih banyak foto, filter lanjutan, dan peningkatan visibilitas profil.

Queer Networks Inc. juga mengembangkan aplikasi pendukung bernama 'Hornet Live - Siaran Gay' yang memungkinkan pengguna berinteraksi melalui siaran langsung. Para streamer dapat berkompetisi di papan peringkat dan menerima hadiah virtual yang dapat dimonetisasi.

Meskipun aplikasi ini membatasi penggunanya untuk usia di atas 18 tahun, peredarannya di Indonesia dinilai tidak sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini, nasib Hornet di toko aplikasi masih belum jelas, dan publik menunggu tindak lanjut dari Komdigi serta respons dari Google dan Apple.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User