Sembilan Situs Institusi Indonesia Disusupi Iklan Judi Online, Pakar Ungkap Modus Tersembunyinya

Pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya menemukan sembilan situs institusi resmi di delapan provinsi disusupi iklan judi online. Tujuh di antaranya merupakan situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah. Pelaku memanfaatkan kredibilitas domain kampus serta pengalih tersembunyi yang hanya aktif saat diakses lewat Google, sehingga pengelola kerap tak menyadari situsnya telah dibajak.

Oct 26, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0
Sembilan Situs Institusi Indonesia Disusupi Iklan Judi Online, Pakar Ungkap Modus Tersembunyinya
Sembilan Situs Institusi Indonesia Disusupi Iklan Judi Online, Pakar Ungkap Modus Tersembunyinya

Penyusupan iklan judi online (judol) ke sejumlah situs web jurnal ilmiah milik institusi resmi di Indonesia menjadi sorotan. Temuan ini memperlihatkan lemahnya sistem keamanan yang membuat situs-situs tersebut mudah menjadi sasaran peretasan.

Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusurannya pada awal Oktober, ada sembilan institusi di delapan provinsi yang menjadi korban penyusupan iklan judol. Seluruh situs yang terdampak menampilkan merek judol yang sama dengan pola kalimat serupa. Dari sembilan kasus itu, tujuh di antaranya terjadi pada situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah.

Menurut Alfons, pelaku sengaja memanfaatkan kredibilitas domain kampus yang kerap dikunjungi dan dijadikan rujukan ilmiah. Domain tersebut memiliki reputasi kuat di mesin pencari sehingga efektif dijadikan wadah iklan. Situs jurnal sendiri merupakan situs yang wajib dimiliki setiap kampus dan dikelola oleh masing-masing fakultas, sehingga rentan ketika pengelolaannya tidak berjalan baik.

Alfons tidak menyebut nama institusi secara langsung, tetapi merinci sembilan lokasi terdampak. Rinciannya meliputi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur (situs jurnal ilmiah), perguruan tinggi swasta di Jawa Timur (situs jurnal ilmiah), perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat (situs jurnal pengabdian), politeknik swasta di Sumatera Utara (repositori karya ilmiah), serta perguruan tinggi negeri di Riau (situs unit daerah).

Selanjutnya, perguruan tinggi swasta di Lampung (situs jurnal ilmiah), perguruan tinggi keagamaan negeri di Bengkulu (situs kampus), lembaga pemerintah pusat di Kalimantan Timur (situs publikasi kebijakan milik unit daerah), dan perusahaan penerbit jurnal di Jawa Tengah (situs jurnal).

Alfons menjelaskan, pelaku membuat mekanisme yang memungkinkan situs menampilkan konten berbeda saat dibuka melalui tautan langsung dan saat dibuka melalui pencarian Google. "Yang membuat kasus ini sulit disadari adalah adanya pengalih/forwarder tersembunyi yang hanya aktif saat yang datang adalah mesin pencari Google," tulisnya dalam laporan.

Akibatnya, pengelola kadang tidak menyadari situs yang dikelolanya telah dialihkan ke situs judi online ketika dicari melalui Google. Situs institusi pun berubah menjadi jebakan bagi banyak pengguna.

Untuk mencegah penyusupan, Alfons menyarankan pengelola memperbarui perangkat lunak dengan sistem keamanan terbaru, mengganti kata sandi menjadi lebih kuat, serta menggunakan autentikasi dua faktor. Ia menyoroti bahwa tidak sedikit korban yang aplikasinya masih memakai versi yang didukung, sehingga pintu masuknya kemungkinan besar adalah akun pengelola yang bocor. Ia juga menemukan kebanyakan situs jurnal ilmiah tidak mencantumkan kontak tim tanggap insiden siber.

Pengecekan dapat dilakukan dengan mengetik site:namadomain.ac.id slot atau site:namadomain.go.id togel di Google. Jika muncul konten judi online, situs kemungkinan sudah kebobolan. Langkah penanganannya mencakup pembaruan aplikasi, pengecekan plugin dan tema, penghapusan berkas serta akun tak dikenal, mematikan subdomain yang tidak terpakai, mengganti semua kata sandi pengelola, panel hosting, dan database, mengaktifkan autentikasi dua faktor, mendaftarkan situs di Google Search Console, serta menyediakan kontak pelaporan keamanan yang jelas.

"Menghapus halamannya saja kerap tidak cukup karena sumber masalahnya bukan di tampilan situs, melainkan kelemahan lain yang harus ditutup. Kalau pintunya masih terbuka, ya penyusupnya akan datang lagi," tegas Alfons.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User