Iran Tegaskan Perang dengan AS Bisa Lebih Lama, Trump Isyaratkan Serang Gunung Pickaxe
Iran memperingatkan bahwa perang baru melawan AS berpotensi berlangsung lebih lama dari konflik sebelumnya. Peringatan ini muncul setelah Presiden Trump mengisyaratkan masih ada target yang harus ditangani, termasuk kompleks nuklir bawah tanah Gunung Pickaxe. Meski begitu, Iran disebut menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang berupaya menghidupkan kembali perundingan, dengan sejumlah syarat yang belum dipenuhi.
Iran memberikan peringatan keras bahwa jika perang baru pecah dengan Amerika Serikat, konflik tersebut berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan pertempuran sebelumnya. Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak akan bisa menentukan kapan perang berakhir atau syarat apa yang mengakhirinya. Pernyataan itu disampaikan melalui televisi pemerintah Iran dan dikutip AFP pada Minggu (1/11).
Peringatan Teheran muncul setelah Trump menyatakan masih ada sejumlah target yang harus ditangani. Dalam pernyataannya kepada wartawan di kediamannya di Florida, Trump mengisyaratkan AS dapat dengan cepat menyerang lokasi-lokasi yang tersisa. Ia bahkan menyebut Gunung Pickaxe, yang merujuk pada kompleks nuklir bawah tanah, sebagai salah satu sasaran yang harus ditangani. "Kami bisa melakukannya dalam 10 menit," ujar Trump.
Di tengah ketegangan itu, upaya diplomatik sebenarnya masih berjalan. Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengungkapkan telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang berupaya menghidupkan kembali perundingan. Rezaei mencatat adanya perubahan positif dalam nada komunikasi dari pihak AS, namun ia belum memberikan tanggapan resmi atas surat tersebut.
Iran sebelumnya telah menyampaikan kepada Washington bahwa selama persyaratan mereka tidak dipenuhi, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali dan perundingan tidak akan dilakukan. Persyaratan tersebut mencakup pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang telah berlangsung berbulan-bulan, pencabutan sanksi yang sudah lama diberlakukan, serta penghentian perang di semua front.
Sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran juga terus menyuarakan peringatan agar tidak ada serangan baru terhadap negara mereka. Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi menegaskan bahwa dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis. Wilayah operasi yang luas telah ditetapkan untuk memberikan kerugian kepada musuh. Pernyataan itu mengulangi pesan tertulis dari pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sehari sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berharap negara lawan bersikap rasional dan memilih jalur diplomasi. Ia memastikan Iran tetap siap menghadapi pertahanan maupun diplomasi. Sementara itu, Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab Anwar Gargash mengatakan negaranya berharap pertukaran komunikasi tersebut menghasilkan terobosan diplomatik, namun UEA juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. "Melalui putaran konflik berikutnya, kawasan ini tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun," katanya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)