Rumah Orang Tua Dibobol Maling, Kisah Alvin Tedjo hingga Jadi Wali Kota Mississauga

Alvin Tedjo, diaspora Indonesia yang terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, menjadikan biaya hidup dan keamanan sebagai prioritas. Pengalaman rumah orang tuanya kemalingan dan maraknya pencurian mobil mendorongnya memperjuangkan rasa aman. Ia juga mengisahkan kemenangan tak terduga atas dua politikus senior, seperti kisah David melawan dua Goliath.

Nov 02, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Rumah Orang Tua Dibobol Maling, Kisah Alvin Tedjo hingga Jadi Wali Kota Mississauga
Rumah Orang Tua Dibobol Maling, Kisah Alvin Tedjo hingga Jadi Wali Kota Mississauga

Wali Kota Mississauga, Kanada, Alvin Tedjo, menegaskan bahwa biaya hidup yang semakin mahal dan keamanan kota menjadi dua isu utama yang akan ia tangani selama memimpin. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan CNN Indonesia pada Minggu (1/11), di mana ia mengaku banyak menerima keluhan warga soal tingginya biaya hidup di Mississauga.

Menurut Alvin, kondisi tersebut membuat sejumlah warga menilai kota itu sudah tidak lagi terjangkau. Karena itu, ia menyiapkan sejumlah program untuk menurunkan pajak, termasuk pajak properti, sekaligus meningkatkan keamanan. "Banyak orang bilang biaya hidup di kota ini sudah tidak affordable, kemahalan, saya lantas berbicara soal program (saya) untuk menurunkan pajak, turunkan pajak properti, dan juga safety (keamanan)," ujarnya.

Isu keamanan bukan sekadar janji politik bagi Alvin. Ia mengungkapkan bahwa rumah orang tuanya pernah menjadi sasaran pencurian. Pengalaman itu membuatnya memahami betul kekhawatiran warga yang ingin merasa aman di rumah masing-masing. Selain itu, ia menyoroti maraknya kasus pencurian mobil di Mississauga.

"Mama dan papa saya rumahnya pernah mengalami kemalingan. Ada orang yang datang, dan orang-orang kan tidak suka keadaan seperti ini. Semua orang ingin merasa aman di rumah mereka. Ada juga banyak mobil yang dicuri," tuturnya. Dua persoalan itu, kata Alvin, menjadi hal paling utama yang ingin ia ubah.

Di sisi lain, Alvin masih belum sepenuhnya percaya bisa memenangkan pemilihan wali kota sebagai seorang imigran. Pria keturunan Minang yang telah memiliki tiga anak itu berhasil mengalahkan dua politikus senior, termasuk petahana, dalam kontestasi tersebut.

"Kami berhasil mengalahkan dua politisi senior yang sudah sangat dikenal dan memiliki pengalaman panjang di kota ini. Tidak ada yang menyangka kami bisa melakukannya," kata Alvin. Ia menggambarkan perjuangannya seperti kisah David melawan Goliath, tetapi kali ini ia harus menghadapi dua Goliath sekaligus.

Kemenangan itu menjadikannya sebagai diaspora Indonesia pertama yang memimpin Mississauga, sekaligus orang Asia pertama yang terpilih sebagai wali kota di kota tersebut. Alvin mengaku tidak pernah membayangkan bisa berkarier di dunia politik Kanada sebagai seorang imigran.

Ia menuturkan perjalanannya cukup panjang dan berat, terutama karena harus bersaing dengan dua politikus yang sudah sangat dikenal warga. Ia pun aktif bertemu banyak orang dan memperkenalkan diri serta program-programnya. Menurut Alvin, keberagaman populasi Mississauga yang termasuk tertinggi di Kanada menjadi keuntungan selama kampanye.

"Mississauga menjadi kota dengan populasi Muslim terbesar di Kanada, dan dengan mengatakan saya dari Indonesia itu sangat membantu karena masyarakat memahami bahwa saya bisa berhubungan dengan pengalaman dan latar belakang mereka," ucapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User