Internet Gratis Desa di Jateng, 505 Titik Blank Spot Jadi Target

Pemprov Jateng targetkan 505 desa blank spot mendapat internet gratis hingga 2029 untuk dorong transformasi digital dan ekonomi desa.

Aug 10, 2025 - 14:35
Updated: 1 year ago
0
Internet Gratis Desa di Jateng, 505 Titik Blank Spot Jadi Target
Dorong Transformasi Digital, Pemprov Jateng Siapkan Internet Gratis di 505 Desa Blank Spot

Pemprov Jateng Genjot Internet Gratis Desa, Target 505 Lokasi Blank Spot

Sukoharjo – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) semakin serius mendorong transformasi digital hingga ke pelosok desa. Salah satu langkah strategisnya adalah menyediakan layanan internet gratis, tidak hanya di area publik seperti terminal dan taman kota, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan yang selama ini belum terlayani jaringan internet.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Dikki Rulli Perkasa, mengungkapkan bahwa program Internet Desa merupakan bagian dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi untuk membangun Jawa Tengah dari desa.

“Pembangunan infrastruktur internet akan dilakukan di 505 desa blank spot atau wilayah yang belum terjangkau layanan internet. Target ini akan dikejar secara bertahap mulai 2025 hingga 2029,” jelasnya saat Monitoring dan Evaluasi Layanan Internet di Terminal Sukoharjo, Jumat (11/7/2025).

Progres Pembangunan Internet Desa

Berdasarkan data Diskominfo Jateng, pada 2022 tercatat ada 997 titik blank spot di seluruh provinsi. Hingga 2025, sudah ada 492 desa yang mendapatkan fasilitas internet gratis, sehingga masih tersisa 505 titik yang harus diintervensi.

Untuk tahun 2025, Pemprov Jateng menargetkan pembangunan jaringan internet di 170 desa blank spot. Dari jumlah itu, sebagian titik sudah terpasang, dan masih ada 91 titik yang dalam proses pemasangan. Rinciannya mencakup 70 desa blank spot, 50 desa wisata, serta 50 desa dengan kemiskinan ekstrem atau desa dampingan OPD.

“Kalau tahun ini, program Internet Desa difokuskan ke 170 titik dengan kombinasi desa blank spot, desa wisata, dan desa prioritas pengentasan kemiskinan,” papar Dikki.

Internet Jadi Kebutuhan Primer

Menurut Dikki, internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan primer masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Akses digital yang memadai diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, mendukung pendidikan, serta mempermudah layanan publik.

“Program Internet Desa ini adalah bagian dari transformasi digital yang harus dirasakan hingga ke tingkat desa. Dengan internet gratis, masyarakat bisa mengakses layanan berbasis digital yang menunjang produktivitas dan kesejahteraan,” katanya.

Dorong Ekonomi dan Program Unggulan Lain

Dikki menegaskan, selain memperluas akses internet, program ini diharapkan menjadi support system bagi perekonomian desa. Infrastruktur digital akan membantu pelaku usaha kecil, UMKM, dan sektor pariwisata desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Ke depan, layanan internet gratis juga akan diintegrasikan dengan program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi lainnya, seperti Kartu Zilenial dan Kecamatan Berdaya, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, desa blank spot adalah prioritas. Kami ingin memastikan semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati manfaat internet gratis,” tutup Dikki.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User