Warga Arunachal Pradesh Menolak Bendungan 11.200 MW, Pasukan Paramiliter Dikerahkan
India mengerahkan pasukan paramiliter di Arunachal Pradesh setelah warga Lembah Siang memprotes pembangunan bendungan raksasa berkapasitas 11.200 MW. Protes berujung bentrokan yang melukai empat perempuan. Warga menolak proyek karena khawatir menenggelamkan desa leluhur dan merusak lingkungan, sementara pemerintah menilai bendungan penting untuk ketahanan air menghadapi proyek China di hulu sungai.
Pemerintah India mengerahkan pasukan paramiliter ke sejumlah wilayah di Arunachal Pradesh, India timur laut, setelah warga setempat melancarkan protes menolak rencana pembangunan bendungan raksasa di dekat perbatasan China. Pengerahan pasukan dilakukan menyusul demonstrasi pekan lalu di Lembah Siang, kawasan yang berbatasan langsung dengan Tibet.
Aksi protes tersebut berujung bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian. Dalam insiden itu, empat perempuan dilaporkan mengalami luka-luka. Polisi menuding sejumlah pengunjuk rasa merusak kendaraan kepolisian dan melempari petugas dengan batu.
Warga menolak pembangunan Proyek Multiguna Siang Upper (SUMP) yang direncanakan memiliki kapasitas pembangkit listrik mencapai 11.200 megawatt (MW). Mereka khawatir proyek tersebut akan menenggelamkan desa-desa leluhur, merusak lahan pertanian, menggusur banyak penduduk, serta mengancam mata pencaharian masyarakat.
Penolakan paling kuat datang dari komunitas suku Adi di Lembah Siang. Kelompok Pemuda Adi Bane Kebang (ABKU) memperingatkan bahwa pembangunan bendungan berpotensi menenggelamkan sejumlah desa dan menimbulkan kerugian besar. Pekan ini, kelompok tersebut menuntut pembebasan segera anggota mereka yang ditahan terkait demonstrasi.
Mantan Ketua Menteri Arunachal Pradesh, Gegong Apang, juga menyerukan agar pemerintah membatalkan rencana proyek tersebut. Isu ini turut mendapat perhatian Partai Kongres di New Delhi yang mengaitkan demonstrasi dengan gerakan anak muda untuk melindungi hak lingkungan dan masyarakat setempat.
"Generasi Z di seluruh negeri turun ke jalan. Di Delhi, mereka menuntut pendidikan. Di Arunachal Pradesh, mereka menuntut perlindungan hutan, sungai, dan ekosistem yang telah menjadi sandaran masyarakat Adi selama berabad-abad," tulis pemimpin Partai Kongres Pawan Khera melalui platform X.
Proyek Sungai Siang pertama kali diusulkan sebagai proyek nasional oleh pemerintah India yang dipimpin Partai Kongres pada 2008. Sejak itu, rencana bendungan ini menjadi salah satu proyek infrastruktur paling kontroversial di Arunachal Pradesh. Pemerintah India menilai proyek ini strategis, terutama di tengah rencana China membangun pembangkit listrik tenaga air besar di bagian hulu sungai yang sama.
Menanggapi meningkatnya penolakan, pemerintah Arunachal Pradesh memperketat pengamanan untuk mengantisipasi demonstrasi lanjutan. Pemerintah daerah menilai kekhawatiran warga dipengaruhi informasi yang salah dan kesalahpahaman mengenai proyek tersebut.
Wakil Ketua Menteri Arunachal Pradesh, Chowna Mein, menjelaskan manfaat bendungan melalui platform X. Menurutnya, proyek itu dapat membantu mengantisipasi risiko dari rencana bendungan China berkapasitas 60.000 MW di hulu sungai. Ia menegaskan kapasitas pembangkit listrik dalam satuan megawatt tidak sama dengan kapasitas penyimpanan air.
Mein menyebut bendungan Medog milik China dirancang untuk menghasilkan listrik, dengan ketinggian sekitar 2.000 meter dan kapasitas penyimpanan air mencapai 5,5 miliar meter kubik. Sementara bendungan India direncanakan setinggi sekitar 280-300 meter dengan kapasitas penyimpanan aktif sekitar 9,2 miliar meter kubik.
"Jika terjadi pelepasan air secara tiba-tiba atau aliran ekstrem di hulu, waduk ini dapat membantu mengatur debit air di hilir dan mengurangi risiko banjir di cekungan Siang dan daerah hilir Arunachal Pradesh dan Assam," kata Mein. Persoalan ini juga tak lepas dari sengketa wilayah India-China, karena kedua negara sama-sama mengklaim Arunachal Pradesh yang oleh Beijing disebut Zangnan dan dianggap bagian dari Tibet selatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)