Demokrat Diprediksi Kuasai Pemilu Sela AS, RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentara
Pemilu sela Amerika Serikat menjadi sorotan internasional karena Partai Demokrat diprediksi merebut mayoritas kursi DPR dari Partai Republik yang dipimpin Donald Trump. Di saat bersamaan, Indonesia melalui Kemlu RI resmi mendesak Rusia menghentikan perekrutan WNI sebagai tentara asing menyusul laporan seorang WNI asal Surabaya tewas setelah bergabung dan dikerahkan ke medan perang.
Pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat yang digelar Selasa (3/11) menjadi salah satu sorotan utama pemberitaan internasional pada Senin (2/11). Selain persaingan politik di AS, perkembangan hasil pemilu Israel hingga desakan Indonesia kepada Rusia soal perekrutan WNI turut menjadi perhatian.
Partai Demokrat diprediksi akan memenangkan pemilihan sela AS. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Demokrat hampir pasti merebut mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik, partai yang dipimpin Presiden AS Donald Trump. Demokrat bahkan dinilai memiliki peluang untuk memenangkan Senat.
Kondisi itu membuat Partai Republik berupaya dengan berbagai cara mencegah Demokrat mendominasi suara pada pemilihan kali ini. Trump disebut tengah kalang kabut menghadapi prediksi tersebut.
Dari Israel, hasil pemilu 27 Oktober lalu tidak menghasilkan partai pemenang mayoritas. Partai koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Likud, bahkan tidak cukup untuk meraih posisi Perdana Menteri. Blok Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi, sementara pesaingnya, blok Eisenkot, meraih total 48 kursi.
Yang menarik, partai-partai Arab memperoleh 19 kursi, terdiri dari Joint List (Daftar Gabungan) 11 kursi dan Partai Ra'am 8 kursi. Perolehan itu menjadi suara terbanyak dari partai-partai Arab dan membuat Netanyahu jengkel.
Sementara itu, Indonesia mendesak Rusia menghentikan secara efektif dan sesegera mungkin praktik perekrutan Warga Negara Indonesia sebagai tentara untuk membantu invasinya ke Ukraina. Desakan ini muncul menyusul laporan sejumlah WNI yang kedapatan bergabung menjadi tentara Rusia.
Terbaru, seorang WNI kelahiran Sorong asal Surabaya tewas tak lama setelah bergabung sebagai tentara Rusia dan dikerahkan ke medan perang. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menyatakan permintaan tersebut telah resmi disampaikan Indonesia kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)