BMKG Peringatkan 22 Wilayah Diguyur Hujan Hari Ini, Dua Daerah Berpotensi Petir

BMKG memprakirakan hujan ringan mengguyur 20 wilayah dan hujan petir di dua daerah pada Rabu (4/11). Musim hujan di sebagian besar Indonesia diprediksi baru dimulai November-Desember, mundur 20-30 hari akibat El Nino. Dinamika atmosfer seperti MJO, Gelombang Kelvin, dan Bibit Siklon Tropis 91B masih berpeluang memicu hujan lebat disertai angin kencang.

Nov 04, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0
BMKG Peringatkan 22 Wilayah Diguyur Hujan Hari Ini, Dua Daerah Berpotensi Petir
BMKG Peringatkan 22 Wilayah Diguyur Hujan Hari Ini, Dua Daerah Berpotensi Petir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (4/11). Dari prakiraan cuaca yang diunggah BMKG, sebanyak 22 daerah masuk daftar berpotensi hujan, dengan dua di antaranya berpotensi disertai petir.

Untuk hujan ringan, BMKG menyebut wilayah yang terdampak meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Mamuju, Manado, Sorong, dan Jayapura. Sementara hujan petir diprakirakan terjadi di Nabire dan Jayawijaya.

BMKG menjelaskan, curah hujan pada Dasarian I November 2026 di sejumlah wilayah masih didominasi intensitas rendah (0-50 milimeter per dasarian) dan menengah (50-100 milimeter per dasarian). Presipitasi rendah terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian kawasan Sulawesi dan Maluku.

Meski demikian, BMKG menilai sejumlah dinamika atmosfer masih mungkin meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif. Alhasil, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang masih mungkin terjadi di beberapa wilayah.

Dinamika yang dimaksud antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi memengaruhi cuaca di wilayah barat dan selatan Indonesia, serta Gelombang Kelvin yang diperkirakan aktif di bagian timur. Pola angin regional juga dominan dipengaruhi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna.

Kombinasi pola angin dan fenomena dinamika cuaca atmosfer tersebut berpeluang membentuk zona konvergensi dan perlambatan kecepatan angin. Kondisi ini mendukung pembentukan awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Sebelumnya, BMKG memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia dimulai pada November dan Desember. Jadwal itu mundur sekitar 20-30 hari dari rata-rata klimatologisnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User