Kisah Pilu Nathalia Filgueiras, Kopilot Learjet 60 yang Tewas dalam Kecelakaan di Florida
Nathalia Filgueiras, kopilot Learjet 60 berusia 20 tahun, tewas dalam kecelakaan pesawat di Greenacres, Florida. Keluarga dan kerabat mengenangnya sebagai sosok ceria yang bercita-cita menjadi pilot sejak kecil. Sebelum jatuh, ia sempat mengirim panggilan darurat mayday ke ATC. NTSB masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang juga menewaskan kapten dan tujuh penumpang lainnya.
Keluarga dan kerabat Nathalia Filgueiras, kopilot pesawat Learjet 60 yang tewas dalam kecelakaan di Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11), masih diliputi duka mendalam. Sejak Senin (2/11), teman dan kerabat berdatangan ke rumah keluarga untuk menyampaikan belasungkawa. Di tengah suasana berkabung, keluarga masih menunggu informasi dari pihak berwenang mengenai jenazah Nathalia.
Ibu Nathalia, Camila Corteleti, kakak perempuannya Giulia Filgueiras, ayah tirinya Thiago Corteleti, serta adik perempuannya tampak berkumpul di ruang makan. Mereka mengenakan pakaian hitam putih dengan mata sembap setelah menangisi kepergian Nathalia.
Salah satu teman dekatnya, Nicole Tarantino, 21 tahun, mengaku terkejut ketika bangun tidur dan mendengar kabar Nathalia meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut. Tarantino dan Nathalia bersahabat sejak bangku sekolah dasar. "Dia adalah orang yang cantik luar dan dalam," kata Tarantino kepada NBC News.
Dengan berlinang air mata, Tarantino mengenang Nathalia sebagai sosok yang sejak lama memiliki keinginan kuat menjadi pilot. "Ketika tiba saatnya memilih perguruan tinggi, dia mempertimbangkan sekolah penerbangan. Dia sangat berdedikasi. Dia baru berusia 20 tahun saat melakukan semua itu, dan dia unggul di bidangnya," ujarnya.
Nathalia tumbuh dalam keluarga Brasil di Boca Raton, Florida. Kecintaannya pada dunia penerbangan terinspirasi dari ayahnya, Allan Filgueiras, yang juga berprofesi sebagai pilot. Allan bahkan mengajari Nathalia menerbangkan pesawat sebelum putrinya memperoleh lisensi pilot pribadi. Nathalia meraih lisensi pilot pada 2023 ketika berusia 17 tahun dan masih duduk di kelas 12 di West Boca Raton Community High School. Saat itu, Distrik Sekolah Palm Beach County membiayai lisensi pilot pribadinya melalui akademi penerbangan yang diselenggarakan sekolah tersebut.
"Terbang adalah gairah terbesarnya. Itu adalah mimpinya, untuk menjadi pilot, sejak dia masih sangat muda," kata Giulia.
Sebelum pesawat jatuh, Nathalia sempat menyampaikan peringatan darurat kepada pengatur lalu lintas udara (ATC). Dalam rekaman komunikasi yang terdengar pada Minggu (1/11), ia berulang kali menyampaikan kondisi darurat ketika pesawat mulai kehilangan kendali. "Mayday, mayday. Kami turun 10.000 kaki (3.048 meter) per menit," ujar Nathalia, lalu menambahkan, "Kita akan menabrak tanah, 722 Bravo Delta," diikuti suara teriakan.
Allan mengatakan bahwa putrinya bertugas sebagai perwira pertama, posisi yang lebih dikenal sebagai kopilot yang duduk di kursi kanan dan membantu kapten menavigasi serta mengoperasikan pesawat. Seorang anggota keluarga menyebut pilot yang bertugas sebagai kapten dalam penerbangan tersebut adalah Jeff Gregory, yang sebelumnya pernah bekerja untuk perusahaan penyewaan jet pribadi East Coast Jets. Direktur perusahaan itu, April Honnen, turut menyampaikan belasungkawa melalui Facebook. "Doa kami untuk keluarga Jeff, rekan-rekan kru-nya, para penumpang, dan semua orang yang terkena dampak tragedi yang memilukan ini," tulis Honnen.
Selain Nathalia dan kapten pesawat, tujuh penumpang lainnya juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Keluarga mengidentifikasi para penumpang yang meninggal sebagai Adam Robinson dan Helen Sharp beserta dua anak mereka, Emma, 4 tahun, dan Charlie yang berusia 2 tahun. Tiga penumpang lainnya adalah Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.
Sementara itu, Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Learjet 60 tersebut. Anggota NTSB, Tom Chapman, mengatakan pesawat yang diterbangkan Nathalia berangkat dari Texas sekitar pukul 10.30 waktu setempat pada Minggu (1/11) dan dijadwalkan menuju Bahama. Sekitar pukul 12.47 waktu setempat, awak pesawat melaporkan mengalami turbulensi sedang setelah menghadapi fenomena lapisan es bening pada ketinggian 10.668 meter. Pilot kemudian meminta izin naik ke ketinggian 11.277 meter dan permintaan itu disetujui ATC. Namun, 30 detik setelah mendapat izin, pesawat mulai kehilangan ketinggian hingga akhirnya jatuh.
Dalam konferensi pers pada Senin (2/11), penyelidik NTSB bersama pejabat setempat meminta masyarakat yang menyaksikan atau merekam kecelakaan tersebut untuk menyerahkan bukti video guna membantu proses penyelidikan. Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, keluarga dan teman-teman Nathalia memilih mengenangnya sebagai perempuan muda yang bertekad mengejar cita-citanya menjadi pilot. "Dia adalah sosok yang ceria, dan dia melakukan apa yang dia sukai," kata Tarantino.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)