Trump dan PM Ontario Doug Ford Saling Serang, Perang Tarif 50% Jadi Pemicunya
Presiden AS Donald Trump kembali terlibat perang kata-kata, kali ini dengan Perdana Menteri Ontario Doug Ford. Trump menyebut Ford sebagai saudara yang tidak mengesankan dari mendiang Rob Ford, sementara Ford membalas dengan menyebut Trump pengganggu dan raja kebangkrutan. Keributan ini dipicu perang dagang dan tarif impor 50% yang diberlakukan AS terhadap produk Kanada.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terlibat benturan verbal dengan pemimpin negara lain. Kali ini, sasarannya adalah Perdana Menteri atau Premier Ontario, Doug Ford. Perang kata-kata antara keduanya mencuat ke publik setelah Trump melontarkan sindiran pedas melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (24/8).
Dalam unggahannya, Trump menyebut Ford sebagai "saudara yang tidak mengesankan" dari mendiang mantan Wali Kota Toronto, Rob Ford. Ia menilai Ford jauh kalah karismatik, kurang cerdas, dan secara keseluruhan tidak mengesankan dibandingkan saudaranya. Trump juga menyinggung Gubernur Carney dan menyebut Ford sebagai antek yang tidak akan diizinkan terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.
"Ingat, sebagian besar listrik, minyak, dan gas yang diterima Kanada diangkut melalui AS. Seseorang harus membuat para badut ini 'menuruti perintah' atau, konsekuensinya bagi Kanada akan jauh LEBIH BURUK!" tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari Ford. Dalam konferensi pers sore harinya, Ford dengan emosional menyebut Trump sebagai pecundang. Ia bahkan menegaskan tidak akan menerima nasihat apa pun dari orang yang disebutnya sebagai raja kebangkrutan. Ford juga menyatakan tidak menanggapi seorang diktator dan pengganggu seperti Trump.
Selama konferensi pers berdurasi 45 menit, Ford berulang kali menyerang balik presiden dari Partai Republik tersebut. Ia mengaku akan berkampanye melawan Trump dalam pemilihan sela jika memungkinkan. "Mari kita perjelas, saya tidak menyukai orang itu - sesederhana itu," kata Ford kepada wartawan, dikutip dari Global News.
Ketegangan ini berakar pada perang dagang antara kedua negara. Pemerintah AS memberlakukan tarif impor sebesar 50% terhadap sejumlah produk ekspor Kanada senilai miliaran dolar. Kebijakan itu diambil setelah perundingan dagang gagal mencapai kesepakatan, termasuk buntunya revisi persyaratan di menit-menit terakhir.
Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif impor kendaraan, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada menjadi 50% mulai 1 Januari 2027. Dalam unggahannya, Trump menuding Kanada ingin menikmati keuntungan ekonomi layaknya bagian dari AS tanpa benar-benar bergabung.
Pertikaian antara Trump dan Ford menambah panjang daftar ketegangan diplomatik dan dagang antara Washington dan Ottawa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kedua pihak mengenai perkembangan terbaru perselisihan tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0