Demo Kostum Halloween Berujung Rusuh di Prancis, 565 Orang Ditangkap dan Petugas Terkena Bom Molotov

Demonstrasi bertema Halloween di Paris dan sejumlah kota Prancis berujung bentrokan. Polisi menangkap 565 orang, empat petugas terluka di Paris, tiga di antaranya luka bakar akibat bom molotov. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengecam kekerasan dan menuding kelompok ekstremis sayap kiri. Jam malam diberlakukan di kawasan Republique dan Chatelet-Les Halles, sementara aksi protes meluas menuntut penanganan biaya hidup dan perlindungan kebebasan sipil.

Nov 01, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Demo Kostum Halloween Berujung Rusuh di Prancis, 565 Orang Ditangkap dan Petugas Terkena Bom Molotov
Demo Kostum Halloween Berujung Rusuh di Prancis, 565 Orang Ditangkap dan Petugas Terkena Bom Molotov

Aksi demonstrasi bertema Halloween di Prancis berakhir ricuh. Pada Sabtu (31/10), bentrokan pecah di Paris dan sejumlah kota lain setelah ratusan ribu orang yang sebagian besar mengenakan kostum Halloween turun ke jalan dalam demonstrasi akhir pekan ketiga yang memprotes lonjakan biaya hidup.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan polisi menangkap 565 orang di seluruh negeri. Aparat mengerahkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa yang melakukan kerusuhan di sela-sela unjuk rasa.

Meski menilai aksi unjuk rasa secara keseluruhan berlangsung tertib, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengecam kericuhan yang terjadi. Salah satu insiden di Paris membuat seorang petugas polisi terkena lemparan bom molotov. Empat petugas polisi dan seorang anggota gendarmerie terluka di Paris, tiga di antaranya mengalami luka bakar akibat bom molotov.

Bentrokan meletus saat massa tiba di titik akhir pawai di pinggiran Paris yang berlangsung di bawah cuaca cerah. Menurut laporan AFP, puluhan orang bertopeng berpakaian serba hitam menggunakan palu untuk mencungkil batu trotoar lalu melemparkannya ke arah polisi. Kepolisian Paris menyatakan ratusan perusuh menyerang aparat dengan berbagai proyektil, sehingga polisi merespons dengan gas air mata dan tindakan tegas menggunakan tongkat.

Nunez menyoroti tingkat kekerasan yang dinilainya luar biasa dari sebagian pengunjuk rasa. Ia menuding kelompok ekstremis sayap kiri bertanggung jawab atas serangan terhadap aparat keamanan. Insiden pelemparan bom molotov ke arah petugas polisi antihuru-hara di Paris disebutnya sebagai percobaan pembunuhan, meski petugas tersebut selamat dengan luka ringan. "Kami sepenuhnya siap menghadapi mereka yang mencari konfrontasi malam ini," tegas Nunez.

Pemimpin kelompok sayap kanan Marine Le Pen menuntut pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom molotov dihukum seberat-beratnya. Melalui unggahan di platform X, ia menggambarkan rekaman yang memperlihatkan petugas polisi dalam kondisi terbakar sebagai sesuatu yang tak sanggup untuk dilihat.

Untuk meredam situasi, jam malam diberlakukan di kawasan pusat kota Paris, yakni Republique dan Chatelet-Les Halles, mulai pukul 23.00 hingga 06.00 pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11). Kementerian Dalam Negeri menyebut elemen radikal di sejumlah kota, termasuk Bordeaux, Toulouse, dan Marseille, berupaya memasuki pusat kota dengan tujuan melakukan vandalisme dan penjarahan. Di Lyon, massa melemparkan benda ke arah polisi yang dibalas dengan gas air mata, sementara di Toulouse polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa tanpa izin yang diikuti beberapa ribu orang.

Aksi protes ini berlangsung di tengah iklim politik Prancis yang memanas menjelang pemilihan presiden kurang dari enam bulan lagi, dengan Le Pen saat ini memimpin jajak pendapat. Gerakan yang melibatkan aktivis Yellow Vest, serikat pekerja, serta pelajar dan mahasiswa ini awalnya berfokus pada kenaikan biaya hidup, ketimpangan, dan memburuknya kondisi sarana pendidikan. Setelah tindakan keras aparat menyebabkan sejumlah pengunjuk rasa cedera serius, gerakan ini memperluas tuntutannya, termasuk menuntut perlindungan lebih baik terhadap kebebasan sipil dan hak untuk berunjuk rasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User