Dari Pabrik Kecil di Sidoarjo, Lakshmi Mittal Kini Kuasai Industri Baja Dunia

Lakshmi Mittal, pria asal India, merintis pabrik baja di Sidoarjo pada 1976. Kini ArcelorMittal menjadi produsen baja terbesar dunia dan kekayaannya mencapai US$29,2 miliar atau Rp529 triliun. Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-79 di dunia.

Nov 01, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Dari Pabrik Kecil di Sidoarjo, Lakshmi Mittal Kini Kuasai Industri Baja Dunia
Dari Pabrik Kecil di Sidoarjo, Lakshmi Mittal Kini Kuasai Industri Baja Dunia

Lakshmi Mittal, pengusaha asal India, membuktikan bahwa bisnis besar bisa dimulai dari langkah kecil. Pada 1976, ia mendirikan pabrik baja PT Ispat Indo di Sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik itu menjadi cikal bakal kerajaan bisnis baja yang kini mendunia.

Setelah lebih dari satu dekade mengelola pabrik di Sidoarjo, Mittal mulai melakukan ekspansi. Pada 1989, ia mengakuisisi pabrik baja milik pemerintah Trinidad dan Tobago yang sedang merugi. Setahun kemudian, produksi pabrik tersebut berhasil digandakan dan mulai menghasilkan keuntungan. Strategi serupa ia terapkan di berbagai negara: membeli perusahaan rugi, lalu mengirim tim manajemen untuk merestrukturisasi dan membenahi operasional.

Langkah besar terjadi pada 2004 ketika Mittal menggabungkan Ispat International dan LNM Holdings, serta mengakuisisi International Steel Group yang berbasis di Ohio, Amerika Serikat. Perusahaan baru bernama Mittal Steel Co. NV itu langsung menjadi produsen baja terbesar di dunia. Dua tahun kemudian, Mittal Steel merger dengan Arcelor dari Luksemburg senilai US$33 miliar, melahirkan ArcelorMittal yang hingga kini menjadi raksasa baja global.

Kekayaan Mittal pun melesat. Forbes menaksir hartanya mencapai US$29,2 miliar atau setara Rp529 triliun (asumsi kurs Rp18.105 per dolar AS), menempatkannya di peringkat ke-79 orang terkaya dunia. Puncak kekayaannya terjadi pada 2008 dengan nilai US$45 miliar atau Rp814,75 triliun, yang saat itu menjadikannya orang terkaya keempat di dunia.

Sejak 2021, Mittal mundur dari jabatan CEO ArcelorMittal dan digantikan putranya, Aditya Mittal. Namun, ia tetap menjabat sebagai executive chairman yang mengarahkan strategi perusahaan. Putrinya, Vanisha Mittal Bhatia, juga menjabat sebagai direktur ArcelorMittal.

Lakshmi Niwas Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Sadulpur, Rajasthan, India, dari keluarga Hindu Marwari sederhana. Ia menempuh pendidikan di St. Xavier's College, Universitas Calcutta, dan sempat ditolak karena kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. Namun, ia berjanji menguasai bahasa Inggris dalam setahun dan akhirnya lulus dengan predikat first-class honors.

Meski enggan tampil di media, gaya hidup mewah Mittal kerap menjadi sorotan. Ia pernah membeli rumah 12 kamar tidur di London seharga US$128 juta atau Rp2,32 triliun, dan menggelontorkan US$60 juta atau Rp1,09 triliun untuk pernikahan putrinya di Paris pada 2004. Ia juga pernah menyumbang sekitar US$180 ribu atau Rp3,26 miliar kepada Partai Buruh Inggris pada 2001, yang menuai kontroversi karena terjadi setelah PM Tony Blair saat itu membantu Mittal membeli perusahaan baja di Rumania.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User