Iran Peringatkan Perang Bisa Melebar Jauh jika Trump Kembali Menyerang, Militer Siaga Penuh
Iran memperingatkan perang di Timur Tengah bisa meluas ke wilayah yang jauh lebih luas jika Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan serangan militer. Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan militer Iran meningkatkan kesiapan dan memantau ketat pergerakan AS, di tengah laporan pengiriman 10 pesawat kargo militer AS ke Israel.
Iran mengeluarkan peringatan tegas bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi meluas jauh melampaui kawasan tersebut apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memerintahkan serangan militer. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyatakan bahwa jika Washington kembali melakukan petualangan militer di kawasan di bawah tekanan dan bujukan Zionis, kobaran perang tidak diragukan lagi akan menyebar ke wilayah geografis yang jauh lebih luas. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial X pada Sabtu (31/10), sebagaimana dikutip dari Anadolu.
Akraminia juga menegaskan bahwa akhir dari perang di Timur Tengah tidak berada di tangan Trump. Menurutnya, militer Iran akan terus meningkatkan kesiapan tempur sekaligus memantau secara ketat setiap pergerakan pasukan AS di kawasan. Ia menyoroti rekam jejak Trump yang dinilainya mengkhianati jalur diplomasi.
Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan di Timur Tengah masih tinggi sejak 28 Februari lalu. Meski upaya diplomatik telah dilakukan dan Washington bersama Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, situasi di kawasan belum sepenuhnya mereda, terutama menyangkut pengaturan keamanan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Stasiun televisi Israel KAN pada Kamis (29/10) melaporkan bahwa AS telah mengirim 10 pesawat kargo militer ke Israel di tengah persiapan melancarkan serangan baru ke Iran. Pesawat-pesawat itu ditempatkan di pangkalan udara Ovda dan Nevatim di wilayah Negev selatan.
Laporan tersebut menyebut pesawat militer tambahan juga dikirim ke sejumlah pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari AS mengenai pengerahan pesawat tersebut, dan belum diketahui pula apa yang dibawa oleh pesawat-pesawat kargo itu.
Menurut KAN, militer AS disebut tinggal menunggu lampu hijau untuk memulai operasi. Washington dilaporkan telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas guna memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah.
Selain itu, pasukan AS yang berada di wilayah rawan telah diminta meninggalkan lokasi sebagai langkah pencegahan. Kapal induk dan korps marinir bahkan disebut akan tiba di Timur Tengah pada November mendatang, menambah kekuatan militer AS di kawasan yang semakin memanas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)