Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap dan Senjata Api Disita

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, dan menangkap 27 orang yang diduga terlibat jaringan narkotika. Petugas menyita ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin cetak ekstasi, senjata tajam, hingga senjata api. Polisi juga berencana membongkar lapak liar di bantaran rel dan memburu bandar utama.

Nov 01, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap dan Senjata Api Disita
Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap dan Senjata Api Disita

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu. Dalam operasi serentak tersebut, sebanyak 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika ditangkap, dan petugas turut menyita senjata api.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyatakan penggerebekan dilakukan dari berbagai sisi secara serempak dengan melibatkan sejumlah pihak. "Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Bismo menjelaskan, kepolisian awalnya menyita sejumlah barang bukti dari empat orang yang diamankan di lokasi primer. Empat orang itu terdiri dari satu pemilik barang bukti dan tiga pengguna. "Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman," kata Bismo.

Selain menangkap puluhan orang, petugas menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar, antara lain ratusan gram sabu-sabu, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, hingga senjata api.

Dalam penggerebekan itu sempat terjadi upaya perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Meski demikian, Bismo menegaskan perlawanan tersebut tidak mengganggu jalannya operasi utama. "Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tuturnya.

Petugas di lapangan juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan hasil transaksi peredaran gelap narkotika. Uang tersebut disimpan menyatu dengan barang bukti ganja.

Bismo membenarkan para pelaku masih memanfaatkan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api sebagai lokasi transaksi narkoba. Untuk memutus mata rantai peredaran, kepolisian akan membongkar bangunan-bangunan liar tersebut dan terus memburu para bandar utama.

"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," kata Bismo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User