Tumpahan Minyak Muncul di Perairan Selatan Singapura, Otoritas Buru Sumbernya
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) menyelidiki sumber tumpahan minyak yang ditemukan di perairan selatan Singapura, tepatnya sekitar Pulau Sebarok, Pulau Semakau, dan Selat Pauh. Laporan diterima Minggu pagi dan pemantauan udara mengonfirmasi adanya titik tumpahan. MPA mengerahkan kontraktor penanganan serta meminta terminal dan kapal waspada, meski aktivitas pelayaran dan pelabuhan dipastikan belum terganggu.
Otoritas Singapura tengah memburu sumber tumpahan minyak yang muncul di sejumlah perairan bagian selatan negara itu. Lokasi yang menjadi perhatian berada di sekitar Pulau Sebarok, Pulau Semakau, dan Selat Pauh.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengungkapkan laporan pertama soal keberadaan minyak di perairan sekitar Pulau Sebarok diterima pada Minggu (1/11) sekitar pukul 10.25 waktu setempat. Setelah laporan masuk, MPA langsung melakukan pemantauan udara dan memastikan ada sejumlah titik tumpahan minyak di kawasan tersebut.
Meski begitu, MPA menegaskan tidak menemukan tumpahan minyak di sekitar West Coast, Sentosa, Kepulauan Selatan, maupun East Coast. Hasil pemantauan ini menjadi acuan awal dalam menentukan sebaran pencemaran yang terjadi.
Untuk menangani insiden, MPA telah mengaktifkan kontraktor penanganan tumpahan minyak. Terminal-terminal di sekitar lokasi juga diperintahkan mengerahkan sumber daya penanggulangan yang mereka miliki agar penyebaran minyak bisa segera dibatasi.
Sejumlah lembaga terkait turut mendapat pemberitahuan untuk mengambil langkah pencegahan guna melindungi kawasan pesisir bila diperlukan. Kapal-kapal yang berada di pelabuhan pun diminta melaporkan jika melihat keberadaan tumpahan minyak.
MPA memastikan insiden ini sejauh ini tidak mengganggu lalu lintas pelayaran maupun operasional pelabuhan. Otoritas terus melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan berbagai lembaga serta terminal untuk membatasi penyebaran dan membersihkan tumpahan minyak.
Penyelidikan untuk mengetahui sumber minyak tersebut masih berlangsung. Pulau Semakau sendiri dikenal sebagai lokasi satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah di Singapura dan berada sekitar 8 kilometer di selatan daratan utama. Adapun Selat Pauh merupakan perairan yang terletak dekat Pulau Semakau.
Insiden ini mengingatkan pada tumpahan minyak besar di Singapura pada Juni 2024. Saat itu sekitar 400 ton bahan bakar minyak rendah sulfur tumpah setelah sebuah kapal pengeruk menabrak kapal pemasok bahan bakar yang sedang tidak bergerak di Terminal Pasir Panjang. Minyak terbawa hingga ke sejumlah garis pantai, termasuk Sentosa, East Coast Park, Labrador Nature Reserve, dan Kepulauan Selatan, sehingga memicu upaya pembersihan di kawasan pesisir.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)