Danantara Tegaskan Dividen BUMN Tak Masuk APBN 2026-2027, Dony Oskaria: Memang Seharusnya Tidak Ada Rencana Itu
COO Danantara Dony Oskaria menegaskan dividen BUMN yang dikelola Danantara tidak akan disetor ke APBN 2026 maupun 2027. Menurutnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah mengoreksi wacana tersebut dan dividen akan diputar kembali untuk investasi melalui Danantara Asset Management serta Danantara Investment Management.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, akhirnya angkat bicara soal dividen BUMN yang dikelola pihaknya tidak disetorkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2026 dan 2027. Ia menegaskan bahwa sejak awal memang tidak pernah ada rencana menyetorkan dividen tersebut ke kas negara.
"Ya, kan sudah dikoreksi sama Pak Menteri Keuangan yang baru. Seharusnya memang enggak ada rencana (penyetoran dividen Danantara ke APBN) itu," ujar Dony saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).
Menurut Dony, kepastian tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Alih-alih masuk ke APBN, dividen dari BUMN yang dikelola Danantara akan diputar kembali sebagai investasi. Pengelolaan investasi itu akan ditangani oleh Danantara Asset Management yang dipimpin Dony sendiri, serta Danantara Investment Management yang dikepalai Pandu Sjahrir.
Dony juga menekankan bahwa Danantara dan Kementerian Keuangan memiliki peran masing-masing, namun keduanya tetap merupakan bagian dari negara. "Pada dasarnya dua-duanya negara. Kan jadi Danantara itu 100 persen punya negara, bukan punya orang lain. Sama aja gitu," jelasnya.
Sebelumnya, Suahasil Nazara memang telah memastikan bahwa dividen Danantara tidak diperhitungkan dalam penerimaan negara pada APBN 2026 maupun 2027. Hal itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television bersama jurnalis Haslinda Amin yang ditayangkan Jumat (2/10).
"Saya sedang merampungkan (pelaksanaan APBN) 2026 dan (mempersiapkan APBN) 2027. Jadi, dividen itu tidak ada dalam APBN 2026 maupun 2027," kata Suahasil. Ia menjelaskan bahwa dividen yang dikelola Danantara akan digunakan untuk investasi, sementara APBN difokuskan untuk membiayai pelayanan publik, infrastruktur, dan perlindungan sosial.
Suahasil menilai langkah Danantara mempertahankan dividen dari perusahaan-perusahaan BUMN untuk digunakan pada proyek dan investasi lanjutan merupakan hal yang baik bagi negara. Ia berharap Danantara dapat mengelola dana tersebut secara efisien, termasuk menarik investasi dari sektor swasta. "Kami berharap karena mereka juga merupakan sovereign wealth fund dan investment fund, mereka dapat berbicara dalam bahasa yang sama dengan komunitas investasi," ujarnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan kontribusi dividen Danantara masuk ke APBN 2028, Suahasil tidak memberikan kepastian. "Nah, kemungkinan adalah sesuatu yang berbeda. Itu masih hipotetis," jawabnya.
Wacana penyetoran dividen Danantara ke APBN sendiri pertama kali dilempar oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026, Purbaya Yudhi Sadewa. Saat itu, Purbaya menyebut Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun kepada negara yang akan masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya. Ia bahkan mengklaim keputusan tersebut sudah pasti dan pemerintah tinggal menunggu waktu pencairannya. "Udah dibahas, udah dipastikan, tinggal ditentuin kapan dia mau ngirim, itu aja. Sekitar Rp120 triliun," kata Purbaya di Kemenkeu Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)