InJourney Sebut MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Balapan, Dampak Ekonominya Tembus Rp5 Triliun
InJourney memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjadikan MotoGP Mandalika katalis pertumbuhan ekonomi. Ajang pada 9-11 Oktober 2026 itu diperkirakan berdampak hampir Rp5 triliun, melibatkan 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM. Jumlah penonton terus meningkat, dengan 140.324 orang pada 2025, sementara 66 penerbangan tambahan disiapkan menuju Lombok.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menegaskan komitmennya menjadikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan pengembangan destinasi, bukan sekadar ajang balapan. Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan koordinasi bersama Badan Pengelola BUMN, Danantara Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Kementerian Keuangan RI, serta MotoGP Sports Entertainment Group selaku pemegang hak komersial MotoGP pada Rabu (7/10).
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menekankan bahwa penyelenggaraan MotoGP di Mandalika merupakan bagian dari strategi besar untuk menjadikan event internasional sebagai pendorong pengembangan destinasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. "MotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan. Namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ujar Maya.
Dari sisi penyelenggara MotoGP, Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menilai Indonesia memiliki posisi strategis bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia. Menurutnya, besarnya basis penggemar dan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia, termasuk penjualan tiket, menjadi kekuatan utama keberlanjutan MotoGP di Tanah Air. "Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat. Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata," kata Carlos.
Animo publik terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia yang kini memasuki tahun kelima tercatat terus meningkat sejak 2022. Pada 2023, jumlah penonton mencapai 102.929 orang, naik menjadi 121.252 orang pada 2024, dan kembali mencetak rekor 140.324 penonton pada 2025. Pertumbuhan itu menegaskan posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik wisatawan dan penggemar olahraga dunia.
Dengan basis lebih dari 632 juta penggemar MotoGP secara global dan jangkauan siaran hampir 200 negara, setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi etalase Indonesia di mata dunia. Eksposur global tersebut membuka peluang memperkenalkan Indonesia melalui olahraga, destinasi wisata, budaya, potensi ekonomi kreatif dan UMKM, hingga kemampuan menyelenggarakan event olahraga berskala internasional.
Dampak ekonomi dari gelaran MotoGP di Mandalika diperkirakan mencapai hampir Rp5 triliun, dengan keterlibatan hingga 3.000 tenaga kerja lokal serta sekitar 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraan. Efek berganda itu turut dirasakan melalui peningkatan aktivitas akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga sektor pariwisata lainnya. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai keberlanjutan MotoGP di Mandalika selama lima tahun terakhir telah membawa perubahan nyata terhadap ekosistem pariwisata di NTB. "Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas," papar Dony.
Tingginya minat terhadap MotoGP juga tercermin dari pertumbuhan kebutuhan konektivitas menuju NTB. InJourney Airports mencatat ada 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung peningkatan kapasitas kursi angkutan udara selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Tambahan itu terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa (charter), empat penerbangan dengan penggantian pesawat berukuran lebih besar, serta tiga positioning flight. Sementara itu, tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika telah mendekati 100 persen menjelang penyelenggaraan event.
Dampak MotoGP juga dirasakan di luar lintasan. Ekosistem yang tumbuh di Mandalika mulai melahirkan local heroes Indonesia, seperti Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3 sebagai representasi generasi pembalap muda Indonesia di panggung dunia. Sebanyak 380 marshal NTB telah memperoleh kompetensi berstandar internasional Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), dan membuka peluang untuk bertugas pada event balap luar negeri, termasuk di Sepang, Malaysia. Hal ini membuktikan transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi melalui MotoGP berhasil membuka akses bagi tenaga kerja lokal ke tingkat internasional.
Maya menutup dengan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga seberapa besar ekonomi yang tumbuh, seberapa kuat Indonesia dikenal dunia, dan berapa banyak talenta Indonesia yang lahir dari ekosistem yang dibangun. "Itulah legacy yang ingin kita jaga bersama," tutupnya. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri akan dilaksanakan di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)