Pabrik Kedua KT&G di Pasuruan Mulai Beroperasi, Kapasitas Produksi Tembus 35 Miliar Batang per Tahun
KT&G resmi mengoperasikan penuh pabrik keduanya di Pasuruan, Jawa Timur. Dengan sembilan lini produksi di lahan 190 ribu meter persegi, kapasitas produksi KT&G di Indonesia mencapai 35 miliar batang rokok per tahun. Investasi sekitar US$650 juta ini menyerap 1.200 karyawan langsung dan berpotensi menciptakan 3.500 lapangan kerja tidak langsung, serta menjadikan Pasuruan sebagai hub ekspor ke lebih dari 90 negara.
Perusahaan global asal Korea Selatan, KT&G, resmi mengoperasikan penuh pabrik keduanya di Pasuruan, Jawa Timur. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur terbesar KT&G di luar Korea Selatan sekaligus menandai babak baru ekspansi perusahaan di pasar global.
Pabrik baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 190 ribu meter persegi dan dilengkapi sembilan lini produksi. Fasilitas ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung produksi bagi pasar internasional. Dengan tambahan lini produksi tersebut, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia kini mencapai 35 miliar batang rokok per tahun.
Presiden KT&G Bang Kyung-man menegaskan komitmen perusahaan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong transfer teknologi di wilayah Pasuruan. "KT&G akan menciptakan lapangan kerja dan mentransfer teknologi di wilayah ini. Kami ingin menjadi tetangga yang baik yang tumbuh bersama Pasuruan," kata Bang Kyung-man.
Menurut dia, produk yang diproduksi di Pasuruan kini telah menjangkau lebih dari 90 negara. "Sekarang, produk yang dibuat di Pasuruan sudah menjangkau lebih dari 90 negara di dunia, melampaui Asia. Pasuruan menjadi pusat produksi utama dan hub ekstraksi bagi KT&G Global, dan akan berkembang bersama pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya. Pasar ekspor tersebut meliputi kawasan Asia Pasifik, Taiwan, Mongolia, Nigeria, hingga India.
Sambutan positif datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono berharap keberadaan fasilitas produksi KT&G dapat memberikan kesempatan bagi putra-putri Pasuruan dan sekitarnya untuk bekerja sekaligus memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru. "Pilihan pabrik ini di Pasuruan setidaknya akan memiliki dampak yang positif secara ekonomi untuk masyarakat dan pemerintah kompeten Pasuruan. Kami berharap bahwa tenaga kerja pun bisa memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik dari Pasuruan dan sekitarnya," kata Adhy. Ia juga berharap KT&G mendorong alih pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat lebih luas bagi masyarakat Pasuruan dan Jawa Timur.
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-goo menilai peresmian pabrik tersebut bukan sekadar perluasan fasilitas produksi, melainkan tonggak penting kerja sama ekonomi kedua negara. "Perlu saya sampaikan bahwa peresmian pabrik baru hari ini bukan sekadar perluasan fasilitas produksi, tetapi juga tonggak penting dalam kerja sama ekonomi di mana Korea dan Indonesia sama-sama berkembang," ujar Yoon Soon-goo. Menurutnya, investasi ini menunjukkan kepercayaan perusahaan Korea terhadap potensi Indonesia untuk membangun kerja sama ekonomi jangka panjang.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, KT&G telah menginvestasikan sekitar US$650 juta atau setara Rp8,1 triliun untuk pembangunan Pabrik 2 dan Pabrik 3. Nilai tersebut dihitung berdasarkan nilai tukar pada akhir Agustus. Dari sisi ketenagakerjaan, sekitar 1.200 karyawan kini bekerja di seluruh fasilitas KT&G di Indonesia yang terdiri dari Pabrik 1, Pabrik 2, dan Pabrik 3. Sekitar 500 di antaranya bekerja di Pabrik 2 dan Pabrik 3 yang merupakan fasilitas baru.
Selain menyerap tenaga kerja langsung, keberadaan fasilitas baru tersebut diperkirakan turut menciptakan sekitar 3.500 lapangan kerja tidak langsung. Dengan demikian, ekspansi KT&G di Pasuruan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas kontribusi perusahaan terhadap perekonomian dan ketenagakerjaan di Indonesia. Bagi Indonesia, kehadiran pabrik ini membuka peluang kerja dan transfer teknologi, sementara bagi KT&G, Pasuruan menjadi pijakan penting untuk memperluas jangkauan produksi dan ekspor global dari Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)